InvestasiKeuangan

Mau Investasi Emas? Ini yang Perlu Kamu Pertimbangkan

BISNISBANTEN.COM — Emas digital saat ini mulai dilirik sebagai salah satu skema investasi selama pandemi. Selain berfungsi sebagai hedging, emas digital dinilai lebih aman karena bentuknya seperti nominal tabungan yang setiap saat bisa dicek seperti soldo tabungan.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi emas digital. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengingatkan untuk mempergunakan uang dingin untuk berinvestasi di emas digital.

“Yang paling penting adalah kita kalau bisa pakai uang dingin. Uang dingin lah maksudnya. Jangan semua tabungan kemudian dibelikan emas digital. Tapi sisihkan lah misalnya 30 persen dari sisa pendapatan setiap bulan untuk menabung emas itu lebih  bijak sih,” katanya.

Advertisement

Bhima menjelaskan, emas digital dianggap lebih aman dibandingkan investasi di emas fisik alias konvensional. Selain bisa menghemat biaya sewa safe deposit box, emas digital juga dinilai lebih fleksibel untuk dicairkan. Misalnya kata dia, saat harga buyback emas sudah naik dan sudah tampak ada keuntungan. Nominalnya bisa langsung dicairkan saat itu juga.

“Jadi kalau digital itu soal updating harganya jauh lebih cepat misalnya, jadi mungkin lebih fair lah bagi konsumen,” terang dia.

Berbeda dengan Bhima, Perencana Keuangan sekaligus pendiri Tatadana Consulting Tejasari Asad menilai investasi di emas digital ada kekurangannya. Saat fungsi emas adalah untuk investasi jangka panjang dan hedging asset. Emas digital menghilangkan esensi investasi jangka panjang dengan sifat mudah liquid.

“Sebenarnya emas digital oke, tapi ada sifat dia yang mudah liquid itu. Ada kalanya kita tanggal 20 nih tanggal tua butuh uang malah dicairkan. Padahal kan harga buybacknya jauh lebih rendah dibandingkan belinya. Ini kekurangannya,” terang dia saat dihubungi Jumat (17/12/2021).

Advertisement

Maka dari itu sebelum berinvestasi di emas digital sebaiknya persiapkan uang dingin dan memilih platform resmi. Pasalnya investasi di instrumen logam mulia emas keuntungannya tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menjelaskan, untuk investor yang memiliki karakter sabar dan tidak siap dengan resiko investasi di sektor yang tinggi resiko, emas merupakan pilihan tepat untuk berinvestasi.

“Emas kan dianggap tidak terlalu beresiko dibandingkan aset saham, porsi [investasi] di emas sebaiknya besar. Emas dan di obligasi itu pasti besar. Cuma kalau investasi emas jangan cepat keluar harusnya sih tahan 2-3 tahun minimal karena kecenderungan harga emas yang ngeflat,” katanya.

Ariston menjelaskan, emas merupakan safe haven. Saat ada gejolak baik di sektor politik dan ekonomi global emas malah menjadi aset yang naik tinggi.

“Karena pandemi yang sekarang ini menyimpan bahaya baru karena banyak negara berutang banyak. Kalau negara tidak bisa mengendalikan utangnya, ya suatu saat ini pecah lagi krisis lagi. Kalau krisis kan emas masih menjadi safe haven. Harga emas bisa naik lagi,” terang dia.

Sekarang sudah paham kan tentang untungnya investasi emas. Bagi yang mau mulai tapi terkendala budget, saat ini di tanah air sudah banyak tersedia banyak platform investasi emas digital yang menawarkan pengalaman berinvestasi dengan anggaran awal yang minim, salah satunya Treasury.

Investasi emas di Treasury bisa Kamu lakukan mulai dari Rp5.000, lebih murah dari harga segelas es kopi susu.

Banyak keuntungan yang Kamu dapatkan investasi emas di Treasury

Jaminan kepemilikan Logam Mulia di UBS (PT. Untung Bersama Sejahtera), sesuai dengan gramasi emas yang Kamu miliki di aplikasi Treasury. Kamu bisa mencetaknya menjadi Logam Mulia (emas fisik) mulai dari 0,1 gram, kapanpun Kamu membutuhkan, atau mencairkannya menjadi uang tunai hanya dalam 2×24 jam.

Lebih dari itu, Kamu juga bisa mewariskan investasi emas, membuat rencana masa dengan fitur Rencana Emas, transfer emas, serta membeli berbagai koleksi perhiasan terbaru dari UBS Lifestyle. Makanya, download aplikasi Treasury sekarang. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com