MobilOtomotif

Kondisi Mobil Kurang Oke Saat Liburan Bisa Bikin “Badmood”, Begini Cara Mencegahnya

BISNISBANTEN.COM — Kembali pulang dari libur panjang, kondisi mental dan fisik AutoFamily tentu beragam. Ada yang merasa senang karena berhasil melepas rutinitas sesaat, tapi juga ada yang malah kurang gembira. Nah pada kondisi terebur bisa jadi membuat pengemudi mobil menjadi mudah emosi.

Nah AutoFamily pasti pernah bertemu dengan pengemudi yang mudah emosi di jalan atau biasa disebut arogan. Ini tentu harus menjadi hal yang dihindari oleh AutoFamily, dan tetap menjalankan prinsip safety driving atau defensive driving, supaya berkendara lebih aman dan nyaman.

Pemicu seseorang menjadi mudah emosi beragam faktornya, mulai dari karakter bawaan, kondisi mental atau fisik sedang tak stabil, masalah yang sedang dialami seperti kondisi mesin mobil kurang baik karena jarang service berkala, sampai karena kelelahan. Ya orang yang lelah seringkali tidak dapat menjaga emosi karena bawaannya ingin segera beristirahat.

Advertisement

Orang yang gagal menjaga emosi mudah terpancing atas masalah apapun yang ada di depan matanya, bahkan ketika salah sekalipun. Alhasil, pengemudi tersebut menjadi over acting yang pada akhirnya bertikai dengan pengguna jalan lainnya.

“Kekerasan di jalan atau road rage merupakan perilaku yang sehrusnya tidak dilakukan kepada pengguna jalan lainnya. Seperti penghinaan kasar, ancaman fisik, atau perilaku mengemudi berbahaya yang ditargetkan kepada pengguna jalan lain. Bahkan kalau sudah tidak terbendung dapat berujung penganiayaan,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Minggu (26/5/2024).

Menghadapi Pengemudi Emosian di Jalan

1. Selalu Berpikir Positif

Untuk menumbuhkan rasa sabar dalam menghadapi pengemudi emosi, sebaiknya selalu berpikiran positif. Misalnya ada mobil menyerobot dari bahu jalan, mungkin orang itu sedang dalam keadaan darurat. Langsung jaga jarak aman dengan pengendara seperti ini.

Advertisement

2. Jangan Menjadi Pengemudi yang Mudah Emosi

Jangan ikut-ikutan menerobos bahu jalan atau menghalangi orang yang bersikap emosi di jalan. Karena kalau AutoFamily celaka apalagi melibatkan pihak ketiga, maka AutoFamily yang rugi dan pengemudi agresif tersebut tidak akan peduli.

3. Kendalikan Emosi

Sebaiknya jangan terpancing emosi ketika menghadapi pengemudi lain dengan tingkat emosional yang tinggi. Caranya, pikirkan nasib keluarga di rumah yang sedang menanti, atau karir Anda jika ikut terlibat pertikaian dengan orang yang emosional.

4. Pasang Dashboard Camera

Siapkan dashboard camera depan-belakang untuk merekam tindakan pengemudi emosian untuk bahan laporan kepada pihak berwajib atau bukti pendukung andai masalah tidak terselesaikan. Dengan adanya barang bukti video, pelaku bisa dijerat hukuman sesuai aturan yang berlaku.

Cegah Bersikap Emosi di Jalan

1. Rencanakan Perjalanan

Siapkan waktu sebelum perjalanan. Jangan pergi dengan terburu-buru atau dalam waktu yang terbatas. Ini bisa memicu adrenalin dan membuat Anda mudah terpancing emosi. Pilih rute perjalanan yang paling optimal dengan mempelajari peta digital.

2. Istirahat Tidur yang Cukup

Tubuh yang bugar dapat membantu seseorang lebih tenang mengambil keputusan. Pastikan sudah tidur cukup minimal 6 jam di malam hari sebelum berkendara hari ini. Jangan ragu untuk beristirahat kalau sudah menempuh waktu 2 jam supaya tubuh bugar kembali.

3. Jangan Egois di Jalan

AutoFamily wajib mematuhi marka jalan dan gunakan lajur sesuai kebutuhannya. Termasuk tidak berjalan lambat di jalur cepat (lane hogger) sehingga mengganggu laju kendaraan lain yang lebih cepat. Tanamkan sikap bahwa jalan adalah milik umum sehingga Anda tidak boleh bersikap egois.

4. Dilarang Bermain Ponsel Saat Mengemudi Mobil

Gadget dilarang karena seringkali AutoFamily tidak sadar akan pergerakan kendaraan kalau ada gangguan fokus pikiran. Alhasil menjadi tidak waspada dan membuat orang lain terganggu bahkan tersulut emosinya.

5. Konsisten di Jalan

Banyak kasus mau belok ke kanan tapi justru menyalakan lampu sein ke kiri, atau pindah lajur seenaknya tanpa memperhatikan situasi. Ada pula yang berjalan terlalu pelan di jalan yang tidak padat namun sulit untuk didahului. Jika diabaikan, AutoFamily akan membuat orang lain marah karena merasa terganggu.

6. Gunakan Isyarat Seperlunya

Perhatikan interval dan intensitas memakai lampu jauh dan klakson, kalau terlalu cepat atau banyak terindikasi Anda pengemudi agresif. Posisikan diri AutoFamily sebagai orang yang mendengarkan suara klakson pengemudi lain, pasti sangat tidak nyaman kalau terlalu berisik.

7. Patuhi Aturan Lalu Lintas

Karena tidak sabaran, AutoFamily melanggar lampu lalu lintas yang masih menyala merah. Bisa saja tidak celaka, namun bisa menyulut emosi orang lain. Atau sengaja melawan arah demi mempersingkat waktu tempuh yang berujung pertikaian. Dengan alasan apapun, tindakan tersebut tidak dibenarkan.

8. Jaga Kondisi Mobil

Nah kondisi emosi tak stabil juga bisa dipicu oleh masalah pada mobil. Pastikan servis berkala di bengkel Auto2000 untuk menjaga kondisi mobil. Mobil yang tidak dalam kondisi prima dapat membuat AutoFamily mudah kesal dan emosian. Akibatnya, begitu ada masalah dengan orang lain, sifat mudah emosi langsung muncul.

Urusan Toyota lebih mudah, lakukan servis berkala di Bengkel Auto2000 atau order layanan THS – Auto2000 Home Service, manfaatkan peluang membawa pulang 1 dari 200 sepeda motor Honda BeAT. Termasuk perbaikan bodi mobil di fasilitas Body & Paint (BP) Auto2000 (minimal transaksi Rp 3 juta untuk transaksi di BP Auto2000).

“Jaga kondisi mobil supaya tidak bermasalah dan emosi terjaga. Caranya, cukup servis berkala di bengkel Auto2000 atau memanggil layanan THS – Auto2000 Home Service. Manfaatkan promo PILIHAUTO2000 berhadiah sepeda motor Honda BeAT, silakan booking servis berkala via website Auto2000.co.id,” tutup Nur Imansyah Tara. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com