KKN UGM Akan Gelar Festival Budaya dan Inisiasi Pembangunan Homestay di Tanara

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyambut kehadiran 30 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta 2024 di Pendopo Bupati Serang, Senin (1/7/2024). KKN UGM tahun ini berencana menggelar Festival Budaya dan menginisiasi pembangunan Homestay di kawasan Wisata Religi Syech Nawawi Al-Bantani di Kecamatan Tanara.
KKN-PPM UGM untuk kali kelima dilaksanakan di Kabupaten Serang dan tahun ini dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Nanang Supriatna menuju Wisata Religi Syech Nawawi Al-Bantani di Kecamatan Tanara. Pelepasan Mahasiswa KKN UGM juga dihadiri Asda III Pemkab Serang Ida Nuraida, Staf Ahli Bupati Serang Rahmat Setiadi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang, dan Dosen Pendamping KKN UGM Sudaryatmo.
Sudaryatmo mengatakan, kegiatan KKN di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang dilaksanakan untuk kali kelima, sehingga sudah masuk tahapan memanen hasilnya.
“Jadi, kita akan mencoba merangkum semua kegiatan yang sudah dilakukan, kemudian akan ada finalisasi,” ujarnya.
Ke depan, kata Sudaryatmo, akan ada kegiatan sambang tokoh pariwisata, mulai dari masyarakat sampai unsur lainnya dalam pentahelix akan dihadirkan. Di antaranya pemerintah, CSR, masyarakat, universitas, hingga media massa yang harus terangkum dalam sambang tokoh bagaimana kelanjutan program.
Selain itu, lanjut Sudaryatmo, pihaknya juga ada program unggulan menginisiasi pembuatan homestay di Tanara yang dibutuhkan berkaitan adanya Haul Syech Nawawi yang biasanya ramai pengunjung mencapai puluhan ribu orang yang membutuhkan penginapan.
“Jadi, kita ada satu program menginisiasi mana-mana saja rumah masyarakat yang bisa dijadikan homestay,” terangnya.
Kemudian, kata Sudaryatmo, pihaknya juga akan menggelar Festival Budaya dalam bentuk Lomba Koreografi lagu Selamat Datang Serang yang akan dijadikan ikon Kabupaten Serang diikuti warga Kabupaten Serang dalam bentuk video klip, dan 10 besar pemenang akan dilombakan kembali pada 12 Agustus 2024. Selain itu juga ada Lomba Kaligrafi dan UMKM jajanan lokal di Pendopo untuk mendukung kegiatan di Kabupaten Serang.
Tidak sampai di situ, tambah Sudaryatmo, pihaknya juga mempunyai program dari pemuda bersama PT Chandra Asri berupa penanaman mangrove untuk melindungi sepadan pantai, karena di Tengkurak terjadi abrasi. Penanaman mangrove akan difokuskan ke beberapa lokasi lahan seluas 100 hektare pada 26 Juli mendatang, bersamaan dengan Peringatan Hari Mangrove sedunia, dimana kabarnya dulu pernah dilakukan juga di Lontar Tirtayasa dan tingginya sudah mencapai dua meter untuk menghasilkan carbon stok yang bisa diperdagangkan.
“Kami berharap kegiatan pendampingan masyarakat di Tanara bisa dirasakan masyarakat dan Pemda. Sehingga, kegiatan KKN ini bisa jadi role model kegiatan pendampingan masyarakat di Kabupaten Serang,” harapnya.
Nanang mengatakan, Bupati Serang merasa terbantu dengan adanya KKN UGM, dimana tahun ini ada 30 mahasiswa yang akan ditempatkan di Wisata Religi Tanara untuk kegiatan tematik.
Dijelaskan Nanang, tujuan kegiatan fokusnya masih sama yaitu untuk peningkatan Wisata Religi Syech Nawawi Al-Bantani di Kecamatan Tanara, dimana dalam 40 hari ke depan Mahasiswa KKN UGM akan melakukan banyak program untuk membantu Pemkab Serang tentang pentingnya peningkatan kualitas hidup dan menghargai keilmuan Syech Nawawi Al-Bantani dan diteruskan dengan baik.
“Insya Allah nanti akan terbentuk pemahaman terhadap warga yang baik untuk bisa terus menjaga nama besar Syech Nawawi Al-Bantani,” ujar mantan Asda I Pemkab Serang ini.
Kata Nanang, di Kecamatan Tanara bukan hanya ada KKN UGM, melainkan juga ada dari Sekolah Tinggal Ilmu Fiqih dan beberapa universitas di Banten yang dinilai akan memberikan dampak luar biasa untuk Pemkab Serang.

“Insya Allah ke depan wisata religi Syech Nawawi Al-Bantani akan terwujud dengan baik,” harap mantan Camat Waringinkurung ini.
Berdasarkan hasil KKN UGM sebelumnya, menurut Nanang, terjadi beberapa Pengembangan di kawasan Wisata Religi Syech Nawawi Al-Bantani. Di antaranya perilaku masyarakat yang terus disampaikan ke masyarakat lainnya, bahwa ketika ingin membangun terpenting kesiapan mental dan perilaku lebih dulu, bukan bentuk bangunan yang diutamakan, seperti museum dan lainnya.
“Bagaimana mengkondisikan masyarakat ini supaya bisa lebih siap ketika ada kemajuan dan perkembangan, serta program di pemerintah. Contohnya, untuk memajukan Wisata Religi Syech Nawawi Al-Bantani ini. Teman teman UGM sudah banyak berikan ilmu sesuai ilmu fakultas masing-masing, ada teknologi tepat guna, penanaman mangrove, hingga pupuk,” ucapnya. (Nizar)









