Jamin Kualitas Program MBG, Ratusan Pengelola SPPG di Bojonegara Diberi Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji

BISNISBANTEN.COM- Dalam rangka menjamin kualitas dan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, ratusan Penjamah dan Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang diberikan Pelatihan Keamanan Siap Saji di Lantai 2 Gedung Water Park Grand Pesona, Jalan Bojonegara KM3, Kabupaten Serang, Senin (22/12/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Perahu Agung Assalam yang membawahi SPPG Mangkunegara dan Yayasan At-Thohiriyah Pelamunan yang membawahi SPPG Wanakarta itu, menghadirkan para narasumber kompeten dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang.
Seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang dr Istianah Heriyanti menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan untuk memberikan kursus keamanan pangan dalam mengelola pangan siap saji yang diikuti 100 peserta dari SPPG Mangkunegara dan SPPG Wanakarta Kecamatan Bojonegara yang merupakan Penjamah dan Pengelola Pangan agar mereka memahami prinsip-prinsip keamanan pangan, sehingga dalam proses pengolahan dan pengelolaan pangan bisa menerapkan prinsip keamanan pangan tersebut.
“Ini supaya bisa menghasilkan makanan olahan siap saji yang bermutu, bergizi, dan aman untuk masyarakat,” terang pejabat yang akrab disapa dr Isti ini.
Dikatakan dr Isti, MBG merupakan program nasional, sehingga pihaknya harus menjamin keamanan, mutu, juga gizi makanan yang disajikan untuk penerima manfaat, dimana sasaran program MBG mulai dari siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), ditambah sasaran khusus, yaitu Bayi, Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.
Dengan adanya pelatihan, dr Isti berharap, para Penjamah dan Pengelola SPPG memahami bagaimana memulai program MBG, dimulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, proses pengolahan yang baik, penyimpanan pangan, proses penyajian pangan yang memenuhi standar, sampai distribusi, sehingga bisa meminimalisasikan, bahkan meniadakan terjadinya keracunan pangan.
“Jadi, kita sama-sama bergerak, mulai dari Dinkes, Pemerintah, dari Yayasan, dan juga masyarakat supaya terjamin keamanan dan mutu pangannya,” jelas dr Isti.
Diketahui, kegiatan pelatihan berlangsung satu hari, dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Peserta juga diberikan Pre Test dan Post Test (metode evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah pembelajaran) dari materi yang disampaikan.
Senada disampaikan Kepala SPPG Mangkunegara M Akkam Nasrudin yang mengatakan bahwa dalam pelatihan ada beberapa poin yang disampaikan narasumber, mulai dari sasaran sampai tujuan program. Mulai dari sasaran program, yakni siswa PAUD hingga SMA, serta sasaran tambahan, yakni Ibu Menyusui (Busi), Ibu Hamil (Bumil), dan Balita atau B3. Intinya, kata Akkam, program MBG bertujuan untuk menekan angka Stunting dan menjaga pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis.
Dengan adanya pelatihan untuk program MBG, kata Akkam, diharapkan dapat menurunkan angka Stunting di Indonesia, selain memenuhi kebutuhan gizi penerimaaan manfaat sebanyak 30 persen dari jumlah kebutuhan gizi harian, serta meningkatkan fokus belajar siswa yang menerima manfaat.
“Dengan makanan dan gizi yang baik, penerima manfaat diharapkan fokus belajar, selain program juga mampu menggerakkan ekonomi lokal, dimana SPPG di setiap daerah menyerap banyak tenaga kerja dan UMKM setempat, sehingga memutar perekonomian di daerah tersebut,” harap Akkam. (Nizar)









