Banten24

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Serang Kawal Investasi Peternakan

BISNISBANTEN.COM- Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan agar tidak terjadi inflasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berkomitmen mengawal investasi peternakan yang memberikan pasokan pangan berupa daging ayam dan telur ayam.

Demikian disampaikan Penjabat Sekretaris (Pj) Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang Nanang Supriatna pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Serang di Aula Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, Selasa (26/9/2023). Rakor dihadiri Asisten II Pemkab Serang Bidang Ekonomi, Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP), dan Administrasi Pembangunan (Adpem) Hamdani, Kepala Bagian (Kabag) Setda Pemkab Serang Perekonomian Wawan Setiawan, dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, perwakilan Bulog Sub Divre Serang, dan perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemkab Serang.

Nanang mengatakan, notulen rapat triwulan ketiga TPID Kabupaten Serang sejalan dengan TPID tingkat provinsi dan kabupaten kota, yakni untuk menjaga stabilitas harga di tingkat kabupaten dan menjaga daya beli masyarakat dengan baik. Menurut Nanang, hal penting saat ini pihaknya bisa menjaga pasokan pangan di Kabupaten Serang.

“Di kita mempunyai banyak peternakan daging ayam dan telur ayam yang harus kita kawal dengan baik. Sementara di wilayah kita masih ada beberapa kandang ayam yang belum berizin, itu yang harus kita selesaikan,“ ujar Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Serang Bidang Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini.

Nanang mencontohkan, di Kecamatan Cikeusal banyak kandang atau peternakan ayam yang belum berizin, karena tidak sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Serang tahun 2011-2031.
Atas kondisi itu, Nanang pun akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi wilayah yang ada.

“Artinya, tidak satu kecamatan itu tidak boleh adanya kandang ayam. Faktanya, di wilayah itu sudah ada beberapa kandang ayam,” katanya.

“Nanti akan kita atur dengan baik mana yang boleh di beberapa kampung, desa, dan mana yang tidak boleh ditempati oleh kandang ayam,“ imbuh mantan Camat Waringinkurung ini.

Upaya itu dilakukan, dijelaskan Nanang, agar para investor peternakan mempunyai kejelasan dalam berinvestasi di Kabupaten Serang yang menjadi penyumbang potensi pasokan daging ayam dan telur ayam di Kabupaten Serang. Terlebih penyumbang inflasi.

“Kalau tidak dijaga, kekuatan kita jadi lemah nanti,” tukas mantan Camat Ciruas ini.

Belum lagi, lanjut Nanang, pasokan pangan jenis sayuran agar potensinya terus dikembangkan, sehingga Banten tidak mengambil pasokan dari luar daerah. Menurut Nanang, Kabupaten Serang mempunyai potensi untuk pengembangan komoditi sayuran, seperti bawang merah di Kecamatan Kramatwatu, cabe merah di Kecamatan Ciomas, Pabuaran, dan Padarincang.

“Ini bisa dikembangkan bersama dengan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian),” ujar mantan Camat Kibin ini.

Terkait ketersedian pangan di Kabupaten Serang, Nanang memastikan masih aman. Termasuk, beras di Kabupaten Serang masih ada panen raya di beberapa tempat, walau kondisinya kekeringan.

“Itu (semua potensi pangan-red) terus kita pantau agar pasokan yang kita punya, seperti potensi pertanian, peternakan bisa dijaga dengan baik,”tegas penghobi touring ini.

Sekadar diketahui, angka inflasi Indonesia pada Agustus 2023 berada di angka 3,27 persen. Sementara angka inflasi Banten masih di bawah nasional, yakni 2,96 persen atau sangat baik, mengingat masih sesuai target inflasi yang ditetapkan Pemerintah.

“Angka inflasi juga cukup mengejutkan, mengingat kita masih dalam masa pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, dan juga ketidakpastian ekonomis global efek dari ketegangan Rusia dan Ukraina,“ pungkas Nanang. (Nizar)

bisnisbanten.com