InvestasiKeuangan

Jadi Miliarder ala Ghozali Everyday yuk, Jualan Foto di NFT!

BISNISBANTEN.COM – Lagi viral banget nih di media sosial. Cowok asal Semarang dengan nama akun Ghozali Everyday alias Ghozali Ghozalu yang foto selfienya laku hingga 13,3 miliar.

Lelaki 22 tahun ini mendadak jadi topik pembicaraan sejak Rabu (12/1/2022) sore usai foto selfie dalam bentuk non-fungible token (NFT) laku keras di laman OpenSea.

NFT pada dasarnya merupakan aset digital satu-satunya yang dimiliki pengguna. NFT sebagian besar menggunakan blockchain ethereum untuk merekam transaksi secara digital. Nanti uang digital itu bisa ditukarkan dengan tunai.

Advertisement

Sekadar tahu, di luar sana sudah banyak layanan NFT tersedia. Salah satu layanan terbesar dan terbaik NFT saat ini adalah OpenSea. Dari cryptokitties hingga karya seni dan nama domain, tidak ada batasan untuk aset digital yang dapat dibeli dan jual di platform ini.

Ghozali menamai koleksinya dengan sebutan Ghozali Everyday, memperlihatkan foto selfienya setiap hari sejak usia 18 hingga 22 tahun, yakni sejak 2017 hingga 2021. Ia menjual foto-foto tersebut dengan harga 0,001 ETH ($3,25) atau sekitar Rp45,8 ribu.

“Ini benar-benar gambar saya berdiri di depan komputer hari demi hari,” tulis Ghozali dalam akun resminya.

Koleksi NFT Ghozali ini diminati dengan cara unik yakni jadi koleksi meme. Konten miliknya sudah terjual 194 ETH ($560.000) atau sekitar Rp8 miliar

Advertisement
tangkap layar opensea.io

Sampai sekarang koleksi Ghozali Everyday ini menembus 40 besar peringkat volume perdagangan 24 jam OpenSea dengan peningkatan aktivitas 72.000%. Ini menurut data dari pasar NFT.

Pada mulanya, Ghozali hanya memberi harga foto miliknya senilai 0.001 ETH atau setara Rp46 ribu rupiah. Saat ini, rata-rata penjualannya berada di kisaran 0.16 ETH atau setara dengan Rp7.9 juta rupiah per foto. Wow!

Koleksi NFT termurah milik Ghozali dijual 0,475 ETH ($ 1.500) pada Rabu (12/1/2021) malam. Dengan koleksi 933 NFT, Ghozali Everyday bernilai hampir $1,4 juta, ini lompatan besar dari $3.000 yang dibuat orang Indonesia dalam penjualan perdana.

Beberapa jam kemudian, harga naik menjadi hanya 1 ETH ($3,250), menempatkan nilai koleksi pada waktu itu sekitar $3 juta. Minat terhadap koleksi Ghozali ini sejalan dengan volume perdagangan NFT besar-besaran yang menandai awal 2022.

Hanya dalam sepuluh hari pertama di Januari, OpenSea mencatat volume lebih dari $1,36 miliar dan dapat ditetapkan untuk rekor tertinggi baru sepanjang masa. dalam volume perdagangan bulanan.

Lalu, bagaimana cara menjual NFT di OpenSea seperti pemilik akun Ghozali Everyday yang lagi viral ini?

Jika ingin menjual di OpenSea, harus memiliki akun terdaftar terlebih dulu. Jika tidak punya akun, harus tahu hanya pengguna terdaftar dengan dompet terkonfigurasi yang dapat menjual NFT. Caranya relatif mudah:

1. Arahkan ke OpenSea.io dan masuk ke akun Anda.
2. Klik gambar profil Anda di kanan atas.
3. Pergi ke Profile.
4. Pilih NFT yang ingin Anda jual dari dompet Anda.
5. Select Sell untuk dialihkan ke halaman daftar
6. Pilih jenis dan harga obral. Anda dapat menetapkan harga tetap atau lelang. Dengan lelang, masukkan harga awal, waktu kedaluwarsa, dan ambang harga. Adapun durasi, penjualan bisa berlangsung selama satu hari, tiga hari, atau seminggu.
7. Setelah semuanya beres, klik “Selesaikan Daftar.”
8. Untuk daftar pertama, Anda harus menginisialisasi dompet Anda. Itu berarti Anda harus menyelesaikan dua transaksi satu kali. Yang pertama adalah menginisialisasi akun Anda untuk penjualan, dan yang lainnya adalah memberikan akses item ke OpenSea saat penjualan berlangsung.
9. Setelah membayar biaya, konfirmasikan detailnya dan posting item di pasar. Gunakan tab Aktivitas di sisi kiri untuk melihat NFT yang Anda siapkan untuk dijual

Oh ya harus diingat, OpenSea mengharuskan semua penjual pertama kali membayar dua biaya sebelum melakukan penjualan pertama. Perhatikan harga untuk kedua biaya ini tidak tetap, dan jika sudah tahu apa yang dilakukan, pengguna dapat menurunkannya sebanyak mungkin.

Caranya? Pertama, biaya dibayarkan dalam Eter. Ini berarti harganya tergantung pada nilai kripto dibandingkan dengan satu dolar atau apa pun mata uang lokal di negara pengguna. Sama seperti pencetakan, kedua biaya tersebut merupakan transaksi di blockchain Ethereum, sebagaimana dikutip dari Alphr.

Inilah alasan mereka membutuhkan kekuatan pemrosesan untuk menyelesaikannya. Untuk mengimbangi energi yang dibutuhkan untuk memproses transaksi ini, pengguna harus membayar biaya.

Tertarik menjadi Ghozali selanjutnya? Sudah terpikir apa yang akan dijual? Coba saja. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.