Banten24

Istana Disney Princess di Ciracas Kota Serang Ini Ternyata Klinik Gigi

BISNISBANTEN.COM — Sejak kemunculannya pertama kali, bangunan yang berada tepat di depan SPBU Ciracas, Kota Serang ini menarik banyak perhatian. Desain bangunan yang menyerupai istana atau kastil para princess Disney membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah tempat ini akan dijadikan tempat bermain atau sejenisnya.

Setelah bangunan ini dicat ungu dan pembangunannya rampung, masih banyak pula yang menduga-duga, kalaupun bukan dijadikan sebagai tempat bermain bisa juga sebagai kedai kopi atau sejenisnya. Namun tebakan itu salah, karena setelah plang dipasang, ternyata tempat ini adalah dental clinic alias klinik gigi.

Advertisement

Sepanjang sejarah klinik medis di Serang dan sekitarnya, baru Clinic Grand Dental Premier lah yang menggunakan desain bangunan mentereng seperti ini. Boleh jadi, ini untuk menangkis anggapan kalau pergi ke klinik gigi adalah hal menyeramkan.

Dengan bangunan yang instagramable plus dihiasi pekarangan bunga dan tumbuhan, klinik gigi di Jl. Kolonel Tubagus Suwandi, Kota Serang ini menghadirkan kesan ramah kepada siapa saja yang melihatnya.

Ditambah lagi, di area bangunan dua lantai ini juga dihadirkan kafe. Waaah, jadi sambil mengantre atau menunggu yang sedang diperiksa giginya, bisa sambil duduk-duduk manis menikmati aneka hidangan yang disajikan ya. Atau yang sengaja datang kesini untuk berswafoto tanpa harus periksa gigi, bisalah.

Di Gand Dental Coffee yang di pagar bangunan ini tertuliskan opening soon, bakal tersedia aneka kopi. Sebut saja bento, espresso, dan mochachino.

Advertisement

Oh ya, saat Ramadan lalu, sudah disediakan aneka menu buka bersama loh. Gak percaya? Di salah satu sudut bangunan, masih tertera kok aneka menu Rp20 ribu dapat makan minum. Tertera juga ice coffee dan hot coffee mulai dari Rp12 ribu.

Bagaimana? Rasa penasaran kamu sudah terbalaskan dong dengan artikel ini? Soalnya di Google yang bahas tempat ini hampir gak ada loh. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.