Inul Daratista Dukung Aktivis Demo, Bicara Soal Risiko Menjadi Pemberani

BISNISBANTEN.COM — Pedangdut Inul Daratista membagikan pandangannya mengenai keberanian melalui unggahan di media sosial. Dalam tulisannya, Inul menyoroti risiko yang dapat dihadapi seseorang ketika memilih untuk menjadi pemberani dan menyuarakan pendapat. Melalui unggahan tersebut, Inul menyebut bahwa keberanian memiliki risiko besar. Namun, menurutnya, keberanian juga dapat membawa dampak besar bagi seseorang.
“jadi pemberani memang resikonya besar bisa menyelamatkanmu dan bisa membunuhmu, tapi diulang yg benar dan membela yg tertindas ataupun hak yg layak diperjuangkan, bahkan terancampun ikhlas di korbankan,” tulis Inul.
Ia kemudian menyampaikan pandangannya mengenai keberanian untuk bersuara. Menurutnya, suara tersebut kini telah bergema dari berbagai wilayah. “suatu keberanian yg tdk sama org punya, nyali dan nyawa pun mampu menggerakkan suara bergema dr timur-barat-utara dan selatan,” lanjutnya.
Inul juga menyinggung berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Ia menyebut adanya kemiskinan, kekurangan, hingga ketidakadilan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam unggahannya, Inul juga menyatakan bahwa rakyat memiliki hak untuk menyampaikan suara dan meluapkan kemarahan. Ia mempertanyakan keberanian untuk bersuara ketika kehidupan masyarakat dinilai mengalami berbagai ancaman. “byk yg penakut yg tdk berani bersuara krn kehidupan sandang pangan mrk hasil curian milik rakyat sejagat,” tulis Inul.
Ia turut membandingkan perkembangan sejumlah negara lain dengan kondisi Indonesia. Inul menyinggung sejumlah negara yang menurutnya telah melangkah lebih maju, sementara Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan.
Unggahan tersebut ditutup dengan pesan Inul agar masyarakat tidak kehilangan semangat dan terus memiliki keberanian. “selamat berjuang pendemo sejati,” tulisnya. Unggahan Inul ini menyoroti pandangannya tentang keberanian, perjuangan, dan pentingnya menyuarakan apa yang dianggap benar. Sebuah unggahan Instagram Inul Daratista terkait pandangan politik dan keberanian juga baru-baru ini menjadi perhatian publik.
(Sarah)









