PropertiHome

Ini Respons Pengembang Terkait Uang Muka Rumah Nol Persen

BISNISBANTEN.COM — Mulai 1 Maret 2021, Bank Indonesia memutuskan untuk melonggarkan ketentuan Uang Muka Kredit Kendaraan Bermotor dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bisa mencapai nol persen. Kebijakan ini direspons positif sejumlah pengembang di Banten.

Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanto Adali mengungkapkan, kebijakan terbaru ini pasti dari sisi demand tentunya sangat
membantu masyarakat yang ingin membeli rumah. Hal ini ikut mendongkrak gairah industri properti yang saat kondisi masih sulit. “Ini merupakan angin segar buat para pengembang untuk mulai bergairah kembali,” katanya.

Sementara dari sisi pembiayaan KPR dari perbankan juga akan ikut terdongkrak penyaluran produk KPR.
“Ini tentu dan dab mudah-mudahan bisa ikut mengerakkan perekonomian di daerah,” katanya.

Advertisement

Ia menjelaskan, kebijakan terbaru ini bisa mendorong minat masyarakat dalam memiliki hunian sekitar 20-40 persen. Tahun ini, Banten menargetkan hunian subsidi bisa terjual sekitar 15.000 unit dan mudah-mudahan bisa berhasil.

Wakil Ketua Umum Bidang Real Estate dan Perumahan Andri Hermawan juga menyambut baik relaksasi yang diberikan pemerintah. Dengan melonggarkan ketentuan ini tentunya akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional karena masyarakat tidak perlu menyediakan DP untuk membeli rumah nya karena 100 persen ditanggung oleh bank. “Saatnya jika ingin membeli rumah tinggal atau akan investasi di property dan bisnis property akan bertumbuh lebih baik ditahun ini dengan relaksasi dan kelonggaran yang diberikan pemerintah,” katanya.

Ia berharap, PEN segera terwujud dan pengusaha properti bidang perumahan segera recovery setelah kena dampak pandemi covid karena menglami penurunan bisnis hingga 50 persen bahkan jatuh pailit.

Direktur Utama Limas Group Lilis Komariah merasa senang dengan kebijakan terbaru dari Bank Indonesia. Kelonggaran selama 10 bulan ini tentu menjadi angin segar bagi para pengembang. Mudah-mudahan bisa direalisasikan dengan baik
“Kita lihat saja, mekanisme dari perbankannya bagaimana membuat alur aturannya. Kalau masih juga ngerem-ngerem juga nggak ada artinya. Dimana pemerintah sangat memperhatikan kebangkitan ekonomi pasca pandemi,” katanya. (susi)

Advertisement
bisnisbanten.com