Banten24

HUT ke-19 Kota Serang: Wali Kota Budi Rustandi Paparkan Capaian Pembangunan dan Visi “Serang Madani”

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar rapat paripurna peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Serang. Dalam momen bersejarah tersebut, Walikota Serang Budi Rustandi menyampaikan berbagai capaian strategis daerah, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penataan kota, hingga sinergi kuat dengan Pemerintah Provinsi Banten.

Mengusung tema “Kota Serang Madani, Maju, dan Berbudhi”, Budi Rustandi menegaskan bahwa semangat ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan kota yang sejahtera dan bahagia warganya.”

Tema ini berjalan serasi dan memperkuat komitmen kita bersama dalam mewujudkan visi besar daerah, yaitu menjadikan Kota Serang Madani yang maju kotanya, bahagia dan sejahtera warganya. 

Semangat Kota Serang Madani, Maju, dan Berbudhi harus menjadi gerakan bersama,” ujar Budi Rustandi dalam sambutannya, Senin (10/08/26).

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Serang mencatatkan kinerja pembangunan sosial dan ekonomi yang menggembirakan. Budi mengungkapkan bahwa kualitas hidup masyarakat Serang terus mengalami tren positif di berbagai sektor utama seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Di tahun 2026 ini, capaian indikator makro pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang terus meningkat hingga mencapai 77,50, yang menandakan makin baiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat,” terangnya.

Selain IPM, pertumbuhan ekonomi tercatat naik menjadi 5,20 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 5,51 persen.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga meningkat menjadi sekitar lebih dari 61,65 juta rupiah, yang menunjukkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sektor penataan wajah Ibu Kota Provinsi Banten juga menjadi prioritas. Pemkot Serang memfokuskan program pada tata ruang publik, perbaikan jalan, pengolahan sampah, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru seperti Royal Baroe. 

Salah satu proyek unggulan yang kini tengah berjalan adalah revitalisasi Alun-Alun Kota Serang.”Salah satu proyek strategis yang dimulai adalah revitalisasi Alun-Alun Kota Serang yang diharapkan menjadi ruang publik yang baik sekaligus ikon baru Kota Serang bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ungkap Budi.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan strategis Royal Baroe menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Kota Serang.

Dalam sambutannya, Walikota Budi Rustandi secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Banten, Andra Soni, atas dukungan penuh Provinsi Banten dalam mengawal pembangunan di ibu kota provinsi.

“Tentu Bapak dan Ibu tahu bahwa hari ini Kota Serang banyak pembangunan berkat dukungan dari Provinsi Banten, yaitu Bapak Andra Soni. Kami merasa sangat terbantu. Kami selalu mengekspos dan melaporkan perkembangan Kota Serang kepada Bapak Gubernur. Komitmen beliau terhadap pembangunan Ibu Kota Provinsi hari ini benar-benar terwujud,” ungkap Budi dengan suara gemetar menahan haru.

Tak hanya bergantung pada APBD, Pemkot Serang dinilai adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan pendanaan non-APBD melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan kolaborasi lintas sektor.

Berbagai kemitraan dengan perguruan tinggi, swasta, dan badan usaha telah berhasil membiayai perbaikan belasan jalan, bantuan ambulans, pembangunan simpang sebidang, hingga bedah rumah tidak layak huni (RTLH).

Atas komitmen inovasi pembiayaan ini, Pemkot Serang juga menggaet berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya predikat WTP 9 kali berturut-turut, Diskominfo Regional Leader Award 2026, hingga penghargaan Kota Sangat Inovatif (IGA 2025) dari Kemendagri.

Menutup pidatonya, Walikota berpesan agar seluruh elemen masyarakat turut merawat dan menjaga fasilitas publik yang telah dibangun demi kelangsungan masa depan Kota Serang.

“Kemajuan Kota Serang tidak akan berarti jika masyarakat tidak ikut menjaga dan memelihara apa yang sudah kita bangun. Pembangunan infrastruktur yang megah dan kawasan yang tertata rapi akan kehilangan nilainya jika kita mengabaikan kebersihan dan ketertiban,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman mengatakan peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Serang diharapkan menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara jajaran legislatif dan eksekutif.

Muji mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk bersatu dan bekerja sama dalam menyukseskan berbagai program strategis daerah demi kemajuan kota.

“Semoga kita dapat menyukseskan visi, misi dan program-program pembangunan di Kota Serang menuju Kota Serang yang madani, maju dan berbudaya,” ujar Muji.

Lebih lanjut, Muji mengingatkan kembali sejarah pendirian Kota Serang. Ia menegaskan bahwa pembentukan daerah otonom ini merupakan wujud dari aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta pemerataan pembangunan.

Selain itu, optimalisasi potensi daerah menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Serang secara berkelanjutan.

Untuk diketahui, Kota Serang secara resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang di Provinsi Banten yang disahkan pada 10 Agustus 2007. Tanggal pengesahan UU tersebut kemudian diabadikan dan ditetapkan sebagai tanggal Hari Jadi Kota Serang. (Siska)

bisnisbanten.com