Banten24

DKBP3A Kabupaten Serang Diseminasi Audit Kasus Stunting Kejar Zero Stunting

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) melakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting tahun 2024 sebagai upaya untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Serang.

Kepala DKBP3A Kabupaten Serang Encup Suplikah mengatakan, diseminasi merupakan kegiatan audit stunting yang sebelumnya sudah dilaksanakan Pemkab Serang. Diseminasi, kata Encup, dilakukan untuk pembahasan hasil dari audit Stunting yang kemudian akan ada rekomendasi dari para pakar hebat di Kabupaten Serang.

”Kita turunkan para pakar yaitu dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan,” ungkap Encup disela kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2024 di Aula Tb Suwandi Setda Pemkab Serang, Rabu (21/8/2024).

Advertisement

Dijelaskan Encup, diseminasi audit kasus Stunting merupakan kegiatan yang ditujukan kepada kelompok atau individu agar memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan memanfaatkan informasi tersebut.

“Tujuan intinya untuk menurunkan stunting,” jelasnya.

Berdasarkan hasil kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Serang, diungkapkan Encup, pada 2019 angka Stunting masih tinggi mencapai 37 persen dan turun menjadi 26,2 persen pada 2022. Untuk 2023 kembali mengalami penurunan menjadi 23,9 persen.

“Kita harapkan zero Stunting di Kabupaten Serang,” harapnya.

Adapun untuk lokus stunting 2024 di Kabupaten Serang, disebutkan Encup, meliputi Desa Banjarsari Kecamatan Anyer, Desa Lempuyang Kecamatan Tanara, Desa Sindangsari Kecamatan Pabuaran, Desa Ujung Tebu Ciomas dan Desa Cikande Permai Kecamatan Cikande, Desa Pejaten dan Desa Pelamunan Kecamatan Kramatwatu, serta Desa Panyabrangan Kecamatan Cikeusal.

”Yang betul-betul lagi turun langsung dari pusat ada dua kecamatan, yaitu Kramatwatu dan Cikeusal. Kita upayakan supaya mereka di dua kecamatan itu zero Stunting,” harapnya.

Disampaikan Encup, jika kasus Stunting di Kabupaten Serang sifatnya masih risiko, bukan sudah terjadi Stunting.

”Tapi kalau dari risiko ibu hamil, menyusui itu terlihat sudah. Ternyata, perokok juga masuk dalam indikator untuk menurunkan Stunting,”terang mantan Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSDP ini.

Encup mencontohkan kasus Stunting yang tinggi saat ini di Kecamatan Baros yang penyebabnya akibat tidak adanya jamban dan lainnya, tetapi masuk indikator Stunting.

“Mudah-mudahan, dengan adanya tim pakar ini, baik di kabupaten ataupun provinsi akan membahas dan merekomendasikan. Setelah direkomendasi, nanti kita membuat usulannya,” ujarnya.

Pihaknya, kata Encup, akan berupaya menurunkan angka Stunting di Kabupaten Serang dengan target nasional 14 persen.

“Mudah-mudahan d bawah itu (14 persen-red), tapi kita yakin tahun ini bisa di bawah itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (Kabid KB) DKBP3A Kabupaten Serang Entin Suhartini menambahkan, Diseminasi Audit Kasus Stunting 2024 merupakan tahap I yang akan dilanjut pada tahap berikutnya pada beberpa bulan ke depan.

”Tujuan intinya untuk menurunkan Stunting sesuai target nasional 14 persen. Yang kami harapkan zero Stunting di Kabupaten Serang,” harapnya.(Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com