Dindikbud Cilegon Buka Layanan Pengaduan PPDB

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) membuka layanan pengaduan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 di Cilegon. Itu disampaikan Sekretaris Dindikbud Cilegon Suhendi di ruang kerjanya, Senin (19/6/2023).
Suhendi menjelaskan, pihaknya membuka layanan pengaduan PPDB untuk menerima informasi dan aduan dari masyarakat, termasuk apabila ada kesulitan dalam mengakses sistem PPDB yang dilakukan secara daring. Ketika ada orangtua yang kesulitan mendaftarkan anaknya sekolah, kata Suhendi, bisa datang ke Kantor Dindikbud untuk ditangani tim panitia yang disediakan.
“Untuk pengaduan juga ada yang membantu mendaftarkan. Misalkan, orangtuanya gaptek dan sebagainya bisa ke Dindik. Kita juga ada panitianya sendiri setiap hari standby selama pendaftaran,” ungkapnya.
Diketahui, pelaksanaan PPDB jenjang SD Negeri dimulai pada 19-22 Juni dan pada 23 pengumuman secara online. Jadi, masa verifikasi berkas sampai 22 Juni.
“Walaupun online juga nanti berkasnya tetap dicek keasliannya di sekolah yang dituju,” terang Suhendi.
Sedangkan jenjang SMP Negeri, lanjut Suhendi, pelaksanaan PPDB 2023 dibagi dua gelombang. Untuk jalur afirmasi, perpindahan tugas orangtua, dan prestasi dibuka pada 19 dampai 21 Juni. Hasilnya akan diumumkan pada 23 Juni. Sedangkan zonasi dibuka pada 26 Juni.
“Jadi untuk SMP Negeri ada dua gelombang. Adapun kuota persentasinya, zonasi 50 persen, perpindahan tugas orangtua 5 persen, afirmasi 15 persen, dan prestasi 30 persen,” ujarnya.
Suhendi mengaku, pihaknya sudah menyosialisasikan layanan pengaduan PPDB ke sekolah melalui kepala sekolah, dimana PPDB tahun ini akan diawasi Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Banten dan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Kemarin kami diundang Ombudsman untuk koordinasi terkait pengawasan PPDB. Jadi, Ombudsman juga akan turun. Dari pemerintah juga melalui BPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) akan turun. Jadi, banyak yang mengawasi, ditambah Inspektorat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menambahkan, saat ini di Cilegon ada 149 SD Negeri dan 16 SMP Negeri. Ketika jaringan internet di sekolah kurang bagus, seperti di Watulawang dan Gunung Batur, maka masyarakat disarankan langsung datang ke sekolahnya.
“Kita tetap menerapkan daring, tetapi jika terkendala bisa langsung ke sekolah dibantu. Pokoknya pelayanan tetap dibuat semudah mungkin,” tegasnya. (dik/zai)









