Citra Scholastika Beri Dukungan soal Keputusan Artis Tak Tunjukkan Wajah Anak

BISNISBANTEN.COM — Citra Scholastika turut memberikan pandangannya mengenai keputusan sejumlah artis yang memilih tidak memperlihatkan wajah anak mereka kepada publik. Menurut Citra, keputusan tersebut merupakan bentuk perlindungan orang tua terhadap anak di tengah luasnya dampak media sosial.
Citra menyampaikan pandangannya melalui unggahan di Threads. Ia mengatakan dapat memahami alasan orang tua, termasuk figur publik, yang merasa khawatir jika wajah anak mereka diketahui banyak orang. “Memahami POV orang terkenal kok takut nunjukkin wajah anaknya? Ya sama takutnya mirip ibu-ibu pada umumnya yang menolak dikunjungi tamu di saat mereka lagi super lelah atau pola hidup pas jadi orang tua baru,” tulis Citra.
Menurutnya, menjadi orang tua membawa berbagai tantangan, termasuk rasa khawatir terhadap kondisi anak. Citra membayangkan bagaimana orang tua bisa merasa stres mengurus rumah sekaligus menghadapi kemungkinan anak mendapatkan komentar negatif ketika kehidupannya dibagikan di media sosial.
“Bayangin abis stres ngurus rumah, udah takut duluan pas dikunjungi dapat komen yang tidak sanggup dimaklumi. Seleb manusia biasa. Juga takut,” jelas Citra. Citra kemudian menyinggung anggapan bahwa seorang artis harus siap menerima berbagai risiko karena memilih menjadi figur publik. Menurutnya, meskipun orang tua bersedia menghadapi risiko tersebut untuk dirinya sendiri, hal itu tidak serta-merta berarti anak juga harus menerima perlakuan yang sama.
“Mereka terima kok risiko dibully, tapi sulit menerima kalau yang dibully anaknya,” ungkap Citra. Ia juga mempertanyakan apakah publik dapat menjamin bahwa seluruh komentar yang muncul ketika wajah anak seorang artis dipublikasikan akan bersifat positif. Bagi Citra, luasnya dampak media sosial membuat keputusan untuk membatasi eksposur anak menjadi sesuatu yang dapat dipahami.
“Dgn dipublish anaknya, apakah netizen bs jamin komennya positif semua?” kata Citra. Menanggapi anggapan bahwa menjadi artis berarti harus siap menghadapi risiko tersebut, Citra menilai justru kesadaran terhadap risiko dapat menjadi alasan bagi orang tua untuk mengambil langkah pencegahan. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut dapat dilihat dari sudut pandang orang tua yang ingin memberikan perlindungan kepada anak.
“‘Ya risiko lah jadi artis.’ Nah ya justru tau risikonya, maka diambil keputusan-keputusan yang bisa meminimalisir masuknya komentar buruk,” tulisnya. Citra juga menilai dampak media sosial tidak selalu mudah dikendalikan. Karena itu, ia mengajak publik untuk melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan, terutama ketika seseorang sedang menjalankan peran sebagai orang tua. “Luasnya dampak media sosial itu sulit dikendalikan. Lihatlah sisi manusianya aja, sedang menjalani role sebagai orang tua mau memberi perlindungan terbaik,” pungkas Citra.
(Sarah)









