InsightInspirasiKuliner

Chocolato Fountain Jakarta, Inspirasi Setelah Melihat Mesin Cokelat

Berawal hanya ingin membuat sesuatu yang masih berhubungan dengan cokelat setelah empat tahun menggeluti usaha permen cokelat, Anna Amanda beserta dua rekannya yakni Nurul Itqi dan Naufal Rizqi Muttaqien membuka usaha Chocolato Fountain Jakarta. Setelah melihat mesin chocolate fountain di salah satu hotel di Jakarta, mereka berfikir untuk membuat jasa chocolate fountain dan mencari alat-alatnya.

“Karena dulu masih susah untuk membeli mesin cokelatnya. Untuk modal awal menggunakan modal pribadi, tetapi pengembangan dibantu oleh perusahaan P2P lending, dan dibantu dua rekan saya sebagai team,” jelas Anna Amanda mengawali cerita.

Chocolato Fountain Jakarta ini lanjut wanita yang berdomisili di Kelapa Dua Tangerang ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2008. Saat itu berupa usaha permen cokelat sejak 2008. Tetapi baru di awal 2012 mereka membuat usaha chocolate fountain.

Advertisement

Untuk bisa mengorder layanan Chocolato Fountain Jakarta ini bisa langsung ke akun Instagram @chocolatefountainjkt. Minimal order sebesar Rp1 juta.

“Kita biasa menerima order dari acara pernikahan, corporate meeting atau gathering, birthday party maupun private party, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi,” imbuh kelahiran 6 Juli 1990 ini.

Chocolato Fountain Jakarta ini melayani order sampai ke Bandung.

“Sisanya wilayah Jabodetabek dan Cilegon. Ke depannya akan buka cabang di Surabaya,” beber Anna.

Advertisement

Chocolato Fountain Jakarta ini menyediakan produk paket chocolate fountain yang terdiri dari 1 set mesin chocolate fountain beserta cokelat yang unlimited sampai acara selesai dengan topping, marshmallow, mini donat, strawberry, anggur, melon, biskuit. Harga per paket antara Rp1 juta-Rp6 juta. Produk tambahan paket seperti mini cake, poferjes, popcorn, lava cake, dan cotton candy juga tersedia.

Anna Amanda berharap, ke depannya ingin buka cabang di Surabaya dan membuat lini B2B untuk jasa service mesin chocolate fountain dan jasa konsultasi untuk orang-orang yang ingin membuka usaha serupa di kota lain. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.