Cegah Penipuan Digital, Universitas Pamulang Edukasi Siswa MA Al-Khairiyah Pipitan tentang Bahaya Phishing

BISNISBANTEN.COM — Upaya meningkatkan literasi dan kesadaran keamanan digital di kalangan generasi muda terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Tim Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang Kampus Kota Serang di Madrasah Aliyah (MA) Al-Khairiyah Pipitan, Kamis, 24 September 2026.
Mengusung tema *“Pelatihan Peningkatan Pemahaman Siswa tentang Bahaya Phishing serta Penipuan Berkedok Beasiswa dan Lowongan Pekerjaan di Madrasah Aliyah Al-Khairiyah Pipitan”*, kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali berbagai modus penipuan digital, khususnya yang memanfaatkan informasi beasiswa dan lowongan pekerjaan.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Bagus Setya, S.Kom., M.Kom. Rangkaian acara diawali pada pukul 13.00 WIB dengan sambutan dari perwakilan pihak sekolah, Budi Setiabudi, S.IP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif tim akademisi Universitas Pamulang yang telah memberikan edukasi literasi digital kepada para siswa.
Menurutnya, pemahaman mengenai phishing dan berbagai modus penipuan digital menjadi hal penting bagi pelajar, mengingat semakin banyaknya informasi beasiswa maupun lowongan pekerjaan yang beredar melalui internet. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan siswa agar lebih cermat dalam menerima dan mengakses informasi digital.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa karena saat ini informasi mengenai beasiswa dan lowongan pekerjaan sangat mudah ditemukan melalui internet. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih memahami risiko penipuan digital dan mampu melindungi diri ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya,” ungkap Budi Setiabudi, S.IP.
Sebelum memasuki penyampaian materi, para siswa terlebih dahulu mengikuti *pre-test* untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai phishing dan penipuan digital. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa sebelum memperoleh edukasi, sekaligus menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan pelatihan.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh Leo Sandi yang membahas berbagai bentuk ancaman phishing, karakteristik website palsu, serta modus penipuan yang mengatasnamakan program beasiswa dan lowongan pekerjaan.

Dalam pemaparannya, Leo menjelaskan bahwa salah satu modus phishing yang perlu diwaspadai adalah penggunaan tautan yang mengarahkan pengguna ke website palsu. Situs tersebut kerap dirancang menyerupai tampilan website resmi sehingga sulit dibedakan oleh pengguna awam. Kondisi ini dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk memperoleh informasi pribadi korban, terutama ketika pengguna memasukkan data tanpa terlebih dahulu memastikan keaslian situs yang diakses.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat, khususnya kalangan pelajar, tidak boleh mudah tergiur dengan tawaran beasiswa maupun pekerjaan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Informasi yang meminta data pribadi, kata sandi, kode OTP, atau sejumlah uang dengan alasan administrasi perlu diperiksa secara cermat sebelum ditindaklanjuti.
“Jangan langsung percaya terhadap informasi beasiswa atau lowongan pekerjaan hanya karena tampilannya terlihat meyakinkan. Periksa terlebih dahulu sumber informasinya, alamat website, dan kebenaran penyelenggaranya. Jangan pernah memberikan kata sandi maupun kode OTP kepada pihak yang tidak dikenal,” jelas Leo Sandi dalam sesi penyampaian materi.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, para siswa juga mengikuti sesi praktik untuk mengenali potensi ancaman phishing. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai contoh tautan yang berpotensi digunakan dalam penipuan melalui website palsu. Pelaksanaan praktik turut didampingi oleh mahasiswa yang bertugas sebagai fasilitator teknis, sehingga siswa dapat memperoleh arahan secara langsung selama mengikuti kegiatan.
Melalui praktik tersebut, siswa diajak untuk lebih teliti dalam memeriksa tautan, mengenali indikasi website mencurigakan, serta memahami pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi ketika berselancar di internet. Pendekatan teori dan praktik ini diharapkan dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi praktik juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa ancaman keamanan digital dapat muncul dalam berbagai bentuk dan sering kali memanfaatkan kelengahan pengguna. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan melakukan verifikasi informasi menjadi salah satu langkah penting untuk menghindari risiko kejahatan siber.
Sebagai bagian dari evaluasi, kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan *post-test* untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya phishing serta berbagai modus penipuan yang berkedok beasiswa dan lowongan pekerjaan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai praktik langsung dapat menjadi salah satu pendekatan efektif dalam meningkatkan kesadaran keamanan digital di lingkungan sekolah.
Ketua Tim PKM, Bagus Setya, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan digital. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi tidak hanya memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, tetapi juga menghadirkan risiko apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan dan kesadaran pengguna.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa keamanan digital merupakan tanggung jawab setiap pengguna teknologi. Siswa perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi yang mencurigakan, menjaga data pribadi, serta membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mengakses tautan atau memberikan informasi kepada pihak lain,” ujar Bagus Setya, S.Kom., M.Kom.
Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas digital sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan meningkatnya literasi digital, generasi muda diharapkan tidak mudah menjadi korban penipuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pamulang Kampus Kota Serang turut menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan edukasi dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, siswa MA Al-Khairiyah Pipitan diharapkan semakin siap menghadapi tantangan keamanan informasi di era digital, mampu mengenali berbagai modus phishing, serta lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi pendidikan maupun peluang pekerjaan.








