Info Bisnis

Bumi Serpong Damai Optimis Target Rp7,7 Triliun Tahun Ini Tercapai

 BISNISBANTEN.COM — PT Bumi Serpong Damai Tbk (Kode BEI: “BSDE”), pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia optimis mencapai target prapenjualan 2022 sebesar Rp7,7 triliun. Optimisme tersebut tidak lepas dari pencapaian kinerja prapenjualan sepanjang enam bulan pertama yang sudah mencapai Rp4,7 triliun.

Segmen residensial merupakan segmen dengan kontribusi terbesar yakni Rp2,97 triliun, disusul kemudian oleh segmen komersial sebesar Rp1,43 triliun.

Hermawan Wijaya selaku Direktur BSDE mengatakan, BSDE ini akan terus melanjutkan pemasaran produkproduk unggulan baik residensial maupun komersial sampai dengan akhir tahun 2022.

Advertisement

Beberapa produk residensial dan komersial yang dipasarkan sepanjang 2022 di BSD City sebagai flagship project antara lain: Yuthica, Latinos Business District, Laurel, Kanade, Tanakayu (klaster Jiva, Svani, Svadhi Svasti), Campton dan Ruko Greenwich.

Sebagai bagian dari kelompok properti kenamaan Sinar Mas Land, BSDE memiliki reputasi yang sangat baik dalam hal pemilihan lokasi, akses, kualitas dan komitmen penyerahan produk.

Pencapaian prapenjualan yang solid akan berdampak pada pencapaian Pendapatan Usaha. Saat penyerahan unit kepada konsumen, maka prapenjualan akan diakui sebagai Pendapatan Usaha.

Pada enam bulan pertama, BSDE berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp3,83 triliun hingga akhir Juni 2022. Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 17,87% secara year on year. Tercatat pada periode yang sama tahun lalu membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp3,25 triliun.

Segmen Penjualan Tanah, Bangunan dan Strata Title membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp2,89 triliun. Sehingga segmen tersebut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Usaha konsolidasi sebesar 75,34%.  Terbesar di antara segmen lainnya.

Hermawan menambahkan “Untuk menjaga tingkat pertumbuhan dan keberlangsungan usaha pada level yang diinginkan, kami berupaya menjaga margin laba kotor di kisaran >60%”.

Hingga akhir Juni 2022, Laba Kotor tercatat sebesar Rp2,37 triliun, tumbuh 8,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,19 triliun. Kemudian Laba Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Induk tercatat sebesar Rp463,64 miliar.

Posisi Kas dan Setara Kas tercatat tumbuh 17,44% menjadi Rp9,12 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp7,77 triliun. Angka ini merupakan tertinggi dibandingkan emiten properti lainnya di Indonesia.

Adapun Total Aset BSDE tumbuh 3,61% menjadi Rp63,69 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp61,47 triliun.

Lebih lanjut Hermawan menjelaskan, posisi keuangan yang solid akan memudahkan kami dalam menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan maupun yang akan dikerjakan.

Saat ini, BSDE memiliki cadangan lahan seluas 3.865,98 hektar yang tersebar di beberapa kota strategis di Indonesia.  BSD City sendiri tercatat memiliki cadangan lahan terluas yakni 2.197 ha lebih. BSD City yang kini masuk Tahap III pengembangan masih menjadi sumber pendapatan terbesar bagi BSDE.

Prospek dan Tantangan 

Biro Pusat Statistik (BPS) belum lama ini merilis informasi bahwa sektor properti merupakan satu dari 17 sektor lapangan usaha yang tumbuh positif pada akhir Kuartal II –  2022.

Menurut data BPS sektor real estat tumbuh sebesar 2,30% (year on year). Secara kuartalan, sektor real estat juga mengalami pertumbuhan negatif paling sedikit, yaitu sebesar -0,26% (quarter on quarter).

Sejalan dengan data tersebut, Hermawan menyampaikan “BSDE sebagai bagian dari pelaku bisnis di sektor properti optimis meraih pencapaian positif hingga akhir Semester II mendatang. Kami sebagai pengembang tentu saja memperhatikan dan melakukan analisa serta simulasi atas pertumbuhan suku bunga dan inflasi yang dapat mempengaruhi minat dan daya beli konsumen properti. Analisa tersebut terus kami dalami agar dapat memberikan hasil yang terbaik untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan”.

Selain memperhatikan tren pertumbuhan penjualan untuk tipe-tipe hunian dengan harga sekitar Rp1 – 2 miliar, kami juga memperhatikan tingkat pertumbuhan hunian high rise, khususnya di di daerah-daerah bisnis utama yang mulai bergerak naik seiring dengan pulihnya aktivitas bisnis.

Kami berkeyakinan dengan pemilihan lokasi yang strategis, yang ditopang oleh akses yang baik dengan produk hunian berkualitas dengan rancangan terkini akan menjaga minat konsumen tetap tinggi atas produk properti yang kami tawarkan.

Meski insentif pemerintah di sektor properti berakhir pada September, kami percaya dengan strategi peluncuran tipe hunian yang terbaik bagi tiap golongan konsumen yang dipadu dengan kerjasama dengan perbankan dan tawaran menarik bagi dalam sisi potongan harga dan kemudahan pembayaran menjadi faktor stimulus positif bagi pembeli dalam membeli hunian idaman. (susi)

Advertisement
bisnisbanten.com