Banten24

Atasi Kelangkaan Lahan Parkir, Pemkot Serang Gandeng Pihak Ketiga Bangun Gedung Parkir Modern Senilai Rp38 Miliar

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah serius menggarap proyek pembangunan gedung parkir di dua titik strategis, yakni kawasan Pasar Lama dan Jalan Juhdi. Proyek ini merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah daerah dengan pihak swasta, PT Brata Wijaya Banten, guna mengatasi persoalan parkir yang selama ini menjadi kendala di pusat kota.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang saat ini belum mampu membiayai pembangunan gedung parkir yang menelan biaya puluhan miliar rupiah.

“Secara APBD kita belum mampu menyiapkan gedung-gedung parkir yang notabennya dibangun puluhan miliar, sehingga kita bekerja sama dengan pihak ketiga, dalam hal ini PT Brata Wijaya Banten,” ujar Nanang, dikutip pada Kamis (27/08/26).

Advertisement

Nanang menjelaskan bahwa pembangunan ini mendesak dilakukan mengingat larangan parkir di kawasan Royal Baroe sudah diberlakukan, namun fasilitas penunjangnya belum memadai. Objek utama pembangunan ini mencakup kawasan Pasar Lama dan Jalan Juhdi.

“Di situ akan dibangun gedung parkir beberapa lantai. Cuman bukan hanya parkir saja, di situ ada gerai-gerai misalnya untuk pelaku UMKM, ada tempat pertemuan skala kecil, hingga fasilitas olahraga seperti padel. Satu sisi kita mengurai keterbatasan parkir,” tambahnya.

Meski demikian, Pemkot Serang memastikan proyek ini masih dalam tahap pematangan kajian. Evaluasi mendalam terus dilakukan, terutama dari segi payung hukum agar tidak menabrak regulasi yang berlaku.

Rencana besar ini juga membawa konsekuensi pada penataan aset pendidikan. Nanang menyebutkan bahwa SMP 4 yang berlokasi di Jalan Juhdi direncanakan akan dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif di kawasan Ciracas.

“Kita akan memindahkan SMP 4. Nanti ada kajian dari Pak Kadindik, apakah di situ (Jalan Juhdi) masih layak untuk anak sekolah dengan keramaian saat ini? Rencana akan dipindahkan ke sekolah baru di Ciracas yang sekarang dipakai kantor Dindik,” jelas Nanang. Ia pun menekankan pentingnya komunikasi dengan orang tua murid melalui komite sekolah terkait rencana ini.

Senada dengan Sekda, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil, memaparkan detail nilai investasi dan mekanisme kerja sama. Wahyu menyebut total nilai investasi untuk dua lokasi tersebut mencapai angka puluhan miliar.

“Total dua lokasi itu di Pasar Lama sama Jalan Juhdi, nilainya dari 21 menjadi 38 miliar rupiah,” ungkap Wahyu.

Mengenai mekanisme kerja sama, Wahyu menjelaskan bahwa Pemkot Serang menggunakan pola Bangun Guna Serah (BGS). “Lahannya milik pemerintah daerah, nanti gedungnya dibangun oleh PT Brata,” tegasnya.

Wahyu juga memaparkan rencana pemindahan pasar tradisional di kawasan Pasar Lama ke Pasar Kepandaian untuk mendukung penataan ruang kota ke depan. Area Pasar Lama nantinya akan disulap menjadi kawasan bisnis terpadu yang dilengkapi gedung parkir.

“Pasar tradisionalnya kita pindahkan ke Pasar Kepandaian. Jadi nanti di situ dibuat gedung parkir, ini juga sesuai pola penataan ruang, karena ke depan Pasar Lama akan dibuat sebagai kawasan bisnis,” tutur Wahyu.

Terkait nasib para pedagang, Wahyu mencatat ada sekitar 48 pedagang yang akan terdampak. Pihaknya terus menjalin komunikasi agar proses pemindahan berjalan kondusif.

“Kita sudah komunikasikan karena ada 48 pedagang. Nanti kesiapan ini diterima atau tidak, baru kita tindak lanjuti dengan pemindahan. Fasilitasnya pun akan kita atur dalam perjanjian tersebut,” pungkasnya.

Langkah selanjutnya, Satgas akan segera melakukan rapat internal bersama Sekda dan dinas terkait untuk menindaklanjuti hasil ekspos permohonan dari pihak investor tersebut. (Siska)

bisnisbanten.com