Banten24

Apresiasi Desa Bandung Gelar Festival Bubur Suro, Iing: Jangan Lupakan Tradisi dan Budaya

BISNISBANTEN.COM – Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengapresiasi Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Pandeglang yang menggelar Festival Bubur Suro 10 Muharram 1447 Hijriyah/2025 Masehi, Minggu (6/7/2025). Iing pun mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan tradisi dan budaya yang dibalut doa tersebut untuk menjaga kelestariannya.

“Kami bangga masyarakat di sini (Desa Bandung-red) kompak dan antusias di Festival Bubur Suro, ini wujud rasa syukur kita kepada Allah akan nikmat yang diberikan,” ucapnya.

Mantan Anggota DPRD Pandeglang ini pun mengapresiasi Festival Bubur Suro yang digelar dalam rangka merawat tradisi menyatu dalam doa dan budaya.

Advertisement

“Kita jangan sampai melupakan tradisi dan budaya budaya. Satukan dengan doa untuk mendapat ridho Allah SWT,” ajaknya.

Diketahui, Bubur Suro merupakan hidangan khas yang dibuat setiap 10 Muharram. Festival diikuti 8 RT dan 2 SD di Desa Bandung.

Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja menjelaskan, Festival Bubur Suro digelar dalam rangka merawat tradisi menyatu dalam doa dan budaya yang diikuti 10 peserta, terdiri atas 8 kampung dan 2 SD, yakni SDN Bandung 1 dan SDN Bandung 2.

“Syukur alhamdulillah, masyarakat kompak, yang membuat kita juga ikut senang karena acara menjadi lebih meriah,” ujarnya.

Wahyu juga mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat dan unsur Forkopimcam yang ikut menyukseskan dan memeriahkan acara. Pada Festival Bubur Suro tahun ini meliputi kuliner, stand UMKM, kompetesi memasak Bubur Suro, Kirab Bubur Suro, pentas seni lomba pakaian adat, dan doa bersama.

“Yang berbeda dari tahun sebelumnya, setiap peserta menggunakan pakaian adat tempo dulu, khususnya perempuan semua mengenakan kebaya zaman dulu,” pungkasnya. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com