Angkat Ubi dan Camilan Tradisional, Brand Lokal Rumah Ajaib Tembus Retail Modern

BISNISBANTEN.COM — Sejak berdiri pada 2016, brand kuliner lokal Rumah Ajaib terus mengembangkan berbagai produk olahan berbasis pangan lokal. Hingga kini, tercatat ada sembilan produk yang diproduksi, mulai dari aneka peyek, aneka keripik, hingga kue basah. Namun, dari seluruh item tersebut, produk yang paling menonjol dan telah menembus retail modern adalah UCOK atau Ubi Balut Coklat.
“Produknya sebenarnya ada sembilan, dari aneka peyek, aneka keripik, terus kue basah juga ada. Cuma yang best seller ini, yang sudah masuk retail modern, Ubi Balu Coklat,” ujar Dawiyah. UCOK sendiri merupakan singkatan dari Ubi Balu Coklat. Produk ini hadir dalam tiga varian rasa, yaitu white coklat, dark coklat, dan strawberry coklat. Konsepnya adalah keripik ubi ungu yang dibalut cokelat kompon, namun tetap mempertahankan tekstur renyahnya.
“Keunggulan produk ini dibanding yang lain, kita mengangkat kearifan lokal. Tagline-nya pangan lokal rasa mahal. Keripik ubi dibalut coklat kompon, tapi krispinya tetap ada. Rasanya balance, krispinya dapat, coklatnya juga nggak pelit,” jelasnya. Dari sisi harga, terdapat perbedaan antara harga reseller dan harga khusus reseller.
Untuk retail modern, UCOK dijual dengan harga eceran sekitar Rp21.500 per piece, meski di beberapa toko ada yang menjual di kisaran Rp20.000. Selain menawarkan cita rasa unik, produk ini juga telah melalui uji riset dari Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Banten.
“Ini sudah lulus uji dari Kemenkes lewat Poltekkes Banten,” katanya. Dalam hal penjualan, rata-rata UCOK terjual 1.500 hingga 2.000 piece per bulan. Namun, angka tersebut bisa melonjak saat ada event atau permintaan besar. “Kalau ada event-event seperti ini bisa mencapai 5.000 piece lebih,” ungkapnya.
Bahkan dalam salah satu kegiatan terbaru, stok yang dibawa langsung habis terjual. “Kebetulan ini stoknya tadi sudah banyak yang diborong tamu,” tambahnya. Ke depan, Rumah Ajaib berharap produknya semakin dikenal luas. “Harapannya lebih maju lagi, lebih disukai masyarakat. Selama ini pemasaran masih tingkat nasional, ke depan maunya bisa global, ekspor,” ujarnya optimistis.
(Sarah)









