UMKM

Acungi Jempol! Ini Upaya Kelurahan Kobonsari dalam Memajukan UMKM

Kelurahan Kobonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon terlihat cukup konsisten dalam memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

BISNISBANTEN.COM – Kelurahan Kobonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon terlihat cukup konsisten dalam memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hal ini dapat dilihat dengan aktifnya para anggota UMKM Kelurahan Kobonsari dalam setiap pameran STAN Koperasi dan UMKM. Yang terbaru, belasan anggota UMKM Kelurahan Kobonsari turut serta dan nampak bersemangat dalam menyemarakkan STAN Koperasi dan UMKM pada Penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-100 Kodim 0623/Cilegon, di Lapangan Tong, Kecamatan Citangkil.

Heru Dawan, Staf Kelurahan Kobonsari yang juga menjabat Ketua Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Kecamatan Citangkil mengatakan, mayoritas UMKM di Kelurahan Kobonsari berjenis olahan. “Kelurahan Kobonsari memiliki program untuk pendampingan terhadap UMKM yang ada di Kelurahan Kobonsari, dengan bermitra dengan Posyantek. Kita punya gerai yang dibiayai oleh kelurahan, kita tampung semua produk UMKM,” katanya saat ditanyai bisnisbanten.com, Kamis (26/10).

Heru menambahkan, setiap ada event seperti pameran STAN Koperasi dan UMKM, anggota UMKM Kelurahan Kebonsari selalu aktif meramaikan STAN. “Kami ikut memasarkan produk kami. Karena kami (Kelurahan Kebonsari) sebetulnya ingin membantu kegiatan pemasaran produk yang ada di UMKM Kelurahan Kobonsari,” jelasnya di sela-sela pameran.

Advertisement

Heru mengaku, pihaknya berencana agar kedepan UMKM di Kelurahan Kebonsari dapat lebih maju lagi. “Kita ingin menggandeng Dinas Koperasi, dan memasarkan produk kami secara online di jejaring sosial, dengan harapan produk kami bisa di kenal secara luas dan mudah dipasarkan,” urainya.

Sementara itu, Ketua UKM Kebonsari, Leli Hulaeli mengatakan, ada 35 anggota UMKM yang ada di Kelurahan Kebonsari. “Kita punya produk unggulan yang mungkin tidak ada di tempat lain yaitu abon lele dan kripik kulit lele. Terus ada opak, kacang selimut, kripik sukun, kripik singkong, ada bolu kuwuk. Ada Gipang juga, dan kita pembuat Gipang banyak juga karena memang makanan khas daerah Cilegon. Produk kami juga sudah ada yang diekspor ke luar negeri seperti Singapura,” pungkas Guru Paud yang juga seorang instruktur senam tersebut. (haris/red)

Advertisement
LANJUT BACA