Abadikan Karya Pewarta Foto M. Bagus Khairunnas, LKBN ANTARA Banten Resmikan Ruangan Khusus

BISNISBANTEN.COM — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengabadikan delapan tahun rekam jejak karya pewarta fotonya, M. Bagus Khairunnas, di Kantor Biro ANTARA Banten. Dedikasi tersebut diwujudkan melalui peresmian sebuah ruangan khusus yang memakai nama Bagus sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya.
Bagus merupakan pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak bersama rombongan dalam insiden kecelakaan kapal cepat KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menjelaskan, bahwa ruangan tersebut disiapkan untuk mengenang dedikasi Bagus sekaligus difungsikan sebagai wadah pengembangan jurnalistik.
“Kami menginisiasi salah satu ruangan yang nantinya bernama ruang rapat ataupun ruang berkreasi dengan nama M. Bagus Khairunnas,” ujar Virgandhi, Senin (21/09/26).
Ruang M. Bagus Khairunnas tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat menyimpan dan memajang hasil karya foto jurnalistik Bagus selama delapan tahun bertugas. ANTARA merancang ruangan ini sebagai pusat kegiatan edukasi, diskusi, hingga pelatihan bagi insan pers.
“Kami berharap tempat ini nantinya menjadi salah satu laboratorium untuk para jurnalis yang ada di Banten, mau di internal maupun eksternal,” kata Virgandhi.
Virgandhi menambahkan, seluruh jurnalis ANTARA maupun jurnalis dari media lain dapat memanfaatkan ruangan tersebut secara terbuka untuk memajukan dunia jurnalistik daerah.
“Kami akan menggunakan ruangan ini untuk hal-hal yang berkaitan dengan apa pun yang berbentuk jurnalistik. Pelatihan, diskusi, dan juga hal-hal yang berkaitan dengan jurnalistik yang ada di Biro Banten,” tuturnya.
Selain memberikan penghargaan karya, LKBN ANTARA menyampaikan tali asih serta pendampingan penuh kepada keluarga Bagus. Dalam kesempatan tersebut, Virgandhi menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmen perusahaan untuk mengevaluasi standar keselamatan kerja jurnalis di lapangan.
“Tidak ada satu nyawa berharga daripada berita. Maka itu yang perlu kami jadi pertimbangan,” tegas Virgandhi.
Ia menekankan bahwa evaluasi Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan ini dilakukan sebagai langkah pembenahan internal tanpa menyalahkan pihak mana pun.
“Kami tidak melihat ini salah siapa, tapi ini menjadi satu evaluasi kami sebagai media atau sebagai kantor berita negara, berita nasional yaitu ANTARA bisa lebih baik lagi ke depannya,” lanjutnya.
Di sisi lain, pihak keluarga masih menaruh harapan besar agar proses pencarian Bagus dan rekan-rekannya terus berjalan. Istri Bagus, Desi, mengungkapkan bahwa pencarian gabungan sebelumnya telah berlangsung selama 10 hari.Ia memohon agar upaya pencarian dilanjutkan secara mandiri dengan dukungan penuh dari pihak perusahaan.
“Saya berharap adanya pencarian mandiri dan saya juga telah memohon dari perusahaan dapat melakukan pencarian dan dukungannya dilakukannya pencarian ini sampai suami saya dan juga rekan-rekannya dapat ditemukan,” ungkap Desi.
Desi turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan ANTARA kepada keluarganya selama masa sulit ini. Ia berharap pendampingan dan upaya pencarian tidak terhenti sampai keberadaan Bagus dan awak kapal lainnya membuahkan hasil. (Siska)









