Ubi Ungu Bisa Stabilkan Gula Darah, Benarkah?

BISNISBANTEN.COM — Ubi ungu dikenal sebagai salah satu umbi-umbian yang kaya akan nutrisi dan antioksidan. Tak hanya memiliki rasa manis alami dan warna yang menarik, ubi ungu juga dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk dalam membantu menstabilkan kadar gula darah. Namun, benarkah klaim tersebut didukung oleh bukti ilmiah?
Ubi ungu mengandung serat tinggi dan indeks glikemik (IG) rendah, yang membuatnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. Serat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam aliran darah, sehingga tubuh dapat mengatur kadar gula secara lebih stabil dan bertahap.
Selain serat, ubi ungu juga kaya akan antosianin, yaitu senyawa antioksidan yang memberikan warna ungu alami. Studi menunjukkan bahwa antosianin dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stres oksidatif dua faktor penting dalam pengelolaan diabetes tipe 2. Senyawa ini juga dapat melindungi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.
Beberapa penelitian awal juga menunjukkan bahwa ekstrak ubi ungu dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa pada hewan uji. Meski hasil ini belum cukup untuk dijadikan patokan utama, namun memberikan gambaran bahwa ubi ungu berpotensi membantu mengatur metabolisme glukosa.
Namun demikian, konsumsi ubi ungu tetap perlu dibatasi jika dikombinasikan dengan makanan tinggi gula atau cara pengolahan yang tidak sehat, seperti digoreng dengan banyak minyak atau ditambahkan gula berlebihan. Cara terbaik mengonsumsinya adalah dengan direbus atau dikukus tanpa tambahan pemanis.
Bagi penderita diabetes atau yang memiliki riwayat gula darah tinggi, ubi ungu bisa dijadikan salah satu alternatif karbohidrat kompleks pengganti nasi putih. Namun tentu saja, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.
(Sarah)









