Banten24

Kejar Swasembada Pangan, Bupati Serang Ratu Zakiyah Luncurkan Program ‘Ratu Tani Bahagia’

BISNISBANTEN.COM- Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Ratu Zakiyah) meluncurkan program Kolaborasi Terpadu Pertanian (Ratu Tani) Bahagia sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan swasembada pangan di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (7/72025).

Peluncuran program ditandai dengan Gerakan Tanam dan Panen Bawang Merah yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Taucid, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pemkab Serang Ida Nuraida, para Staf Ahli Bupati Serang, para Asisten Daerah (Asda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kramatwatu, dari Akademisi, dan tamu undangan lainnya.

Sekadar diketahui, Launching Program ’Ratu Tani Bahagia’ yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) itu untuk mendukung 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Serang.

Advertisement

Ratu Zakiyah mengatakan, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Ketika petani sejahtera, maka berdampak pada kesejahteraan daerah juga akan meningkat.

“Rasa bangga saya kepada petani Kramatwatu yang mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas bawang merah,” ucapnya.

Menurut Zakiyah, bawang merah merupakan komoditas strategis yang sangat memengaruhi inflasi daerah. Maka dari itu, pihaknya melakukan penguatan produksi lokal di Kramatwatu sebagai bagian dari upaya menekan laju inflasi, sekaligus menjaga kestabilan harga di pasar. Disebutkan Zakiyah, Kabupaten Serang memiliki lahan sawah seluas 48.123 hektare. Khusus tanaman pangan seluas 32.299,36 hektare yang terdiri atas kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 28.084,29 hektare dan lahan cadangan seluas 4.215,07 hektare. Sedangkan lahan yang tidak termasuk dalam LP2B seluas 15.823,64 hektare.

Untuk mendukung program swasembada pangan, kata Zakiyah, Kabupaten Serang memiliki berbagai komoditas unggulan lain, seperti padi di wilayah Pantura, jagung di Kecamatan Jawilan, bawang merah di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Padarincang, Cikeusal, Baros, Mancak, Kramatwatu, dan Kecamatan Tirtayasa dengan jumlah produksi mencapai 619,04 ton pada 2024. Sementara potensi bawang merah terbesar, lanjut Zakiyah, ada di Kecamatan Kramatwatu dengan produksi 591,13 ton atau 7 ton per hektare dengan harga Rp42.000 per kilogram tahun 2024.

”Saya berharap dengan sinergi dan kerja keras kita bersama, potensi bawang merah di Kabupaten Serang dapat berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” harap istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini.

Usai Launching, Zakiyah beserta pejabat lainnya langsung berjalan ke lahan pertanian bawang berjarak sekira 500 meter dari lokasi acara seremonial untuk melakukan Gerakan Tanam dan Panen Bawang Merah.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo menjelaskan, Program Ratu Tani merupakan program kolaborasi antara Pemkab Serang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian hingga pihak perbankan untuk membangun ketahanan pangan.

“Hari ini khusus bawang merah,” ujarnya.(Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com