Banten24

BPK Periksa Anggaran Belanja Modal Pemkab Serang

BISNISBANTEN.COM – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Banten melakukan Entry Meeting atau bentuk komunikasi kepada entitas terperiksa dalam rangka persiapan pemeriksaan anggaran belanja modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di Pendopo Bupati Serang, Senin (14/10/2024).

Hadir langsung pada Entry Meeting dengan BPK, yakni Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah didampingi Pj Sekda Pemkab Serang Rudy Suhartanto beserta jajaran pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemkab Serang. Pada kesempatan itu, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun mempresentasikan anggaran belanja modal di hadapan jajaran BPK RI Perwakilan Banten.

Penanggung Jawab Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Banten Ari Endarto mengatakan, Entry Meeting merupakan salah satu tahap penting dalam pemeriksaan yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kelancaran pemeriksaan. Dijelaskan Ari, Entry Meeting juga sebagai bentuk komunikasi yang dilakukan kepada entitas terperiksa, dimana hasil pemeriksaan akan membantu dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Advertisement

“Anggaran belanja modal di Kabupaten Serang sangat besar, sehingga ketika masuk ke LKPD, hasil pemeriksaan ini bisa membantu,” terangnya.

Disebutkan Ari, pemeriksaan oleh tim BPK akan dilakukan selama 40 hari atau dari 14 Oktober hingga hingga 4 Desember 2024 yang konsen pada anggaran belanja modal.

”Kita khusus belanja modal saja, baik bangunan gedung dan lainnya yang kita lihat selama pemeriksaan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kegiatan pemeriksaan keuangan oleh BPkK merupakan agenda rutin tahunan yang diatur dalam undang-undang. Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim BPK sebagai langkah awal lantaran anggaran belanja modal di Kabupaten Serang cukup tinggi. Oleh karena itu, kata Tatu, dengan adanya Entry Merting jelang pemeriksaan diharapkan bisa lebih detail lagi pemeriksaannya berkaitan dengan kualitas, kuantitas, juga dalam proses pengadaannya, pelaksanaannya, lainnya.

Menurut Tatu, dilakukannua Entry Meeting pasca pemeriksaan sangatlah penting agar pihaknya mempunyai luang waktu lebih panjang untuk pemeriksaan lebih detail hingga kualitas dan lainnya.

”Jadi, tadi yang dihadirkan OPD-OPD yang memang punya belanja modal, terutama PU (menyebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-red) yang cukup banyak, karena ada gedung, Puspemkab, jalan, sampai irigasi,” ungka Ketua DPD Golkar Banten ini.

Terkait progres pembangunan, Tatu mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi dan optimistis aman hingga akhir tahun meski pembangunannya masih berjalan.

”Hingga akhir tahun Insya Allah aman sesuai target,” harap bupati dua periode ini.

Untuk serapan anggaran atau pembayarannya, diakui Tatu, masih minim. Kendati demikian, disebutkan Tatu, untuk pembangunan fisik masih aman. Apalagi, Tatu mengaku inten mendorong Kepala Dinas PUPR dan jajaran memantau terus pelaksanaan pembangunan fisik. Baik dari sisi kualitas maupun dari sisi waktu.

“Kalau enggak sesuai nanti ada denda dan lainnya, jadi ribet. Kalau fisik, Insya Allah. Pembayaran ada tahapan berikutnya, karena ada serah terima dulu, PHO juga yang harus penuhi ketentuan,” pungkasnya. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com