Dukungan Bupati Serang Tingkatkan Penerimaan ZIS Baznas, Zakat Dari Industri Masih Minim

BISNISBANTEN.COM – Penerimaan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) setiap tahun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang terus meningkat. Pada 2023 perolehan ZIS mencapai Rp25,02 miliar atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp22,4 miliar. Peningkatan terjadi berkat dukungan penuh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga meraih apresiasi berupa penghargaan Baznas Award 2024.
Demikian disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Serang Badrudin pada Rapat Kerja (Raker) Baznas Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi Setda Pemkab Serang, Rabu (6/3/2024).
“Alhamdulillah, kami mampu melaksanakan amanah dengan kinerja cukup baik. Peningkatan zakat infaq sedekah setiap tahun, semua tidak lepas dari dukungan yang luar biasa Ibu Bupati Serang,” ucap Badrudin.
Kata Badrudin, dukungan Bupati Serang ditunjukkan dengan intens melakukan bimbingan, memberikan fasilitas hingga bantuan operasional untuk Baznas Kabupaten Serang. Bahkan, perolehan ZIS yang diterima mayoritas berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Serang berkat dorongan dari Bupati Serang.
“Kami terus melakukan berbagai upaya untuk masuk ke potensi lainnya, seperti dari desa dan industri,” katanya.
Badrudin pun mengungkapkan data perolehan ZIS oleh Baznas Kabupaten Serang, yakni pada 2023 perolehan ZIS mencapai Rp25,02 miliar atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp22,4 miliar atau meningkat sebesar Rp1,51 miliar dibandingkan pada 2022. Sementara target tahun ini sebesar Rp26,55 miliar dan hingga awal Maret ini sudah tercapai Rp 2,87 miliar.

“Masih ada target yang harus terus dikejar Rp23,6 miliar. Masih ada waktu 10 bulan ke depan dan berbagai upaya kami akan lakukan untuk mencapai target,” tegasnya.
Badrudin pun menyambut antusias berbagai program peningkatan ZIS dari Bupati Serang. Mulai dari dorongan terhadap ASN, pengusaha, hingga rutin menggelar Gebyar Zakat pada akhir Ramadan.
“Dana ZIS yang kami peroleh kami salurkan untuk program pengentasan kemiskinan, membantu masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan program lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, ZIS merupakan cara umat muslim membersihkan harta. Bahkan dalam Islam, kata Tatu, zakat tidak harus diminta, tetapi dipaksa untuk diambil dari umat yang diberi kewajiban. Apalagi, menurut Tatu, potensi yang bisa didapat setara dengan nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tatu memastikan, perolehan zakat yang dikumpulkan melalui Baznas sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena disalurkan untuk membantu masyarakat, baik itu rehabilitasi Rutilahu, beasiswa, santunan anak yatim, dan lainnya.
“Zakat infaq sedekah ini dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteran masyarakat,” katanya.
Menurut Politisi Partai Golkar ini, salah satu yang harus dievaluasi yaitu penerimaan zakat dari sektor industri. Tatu mengaku heran karena banyak industri yang beroperasi di Kabupaten Serang, tetapi perolehan zakatnya masih minim.
“Kita di industri tidak minta zakatnya, hanya infaq sedekah saja. Karena ini juga untuk dikembalikan kepada masyarakat. Kami akan perkuat kembali komunikasi dengan pihak industri,” tegas bupati dua periode ini. (Nizar)









