Tercatat 122 Perempuan dan Anak-anak Alami Kekerasan Sepanjang Tahun 2023

BISNISBANTEN.COM – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Cilegon mencatat selama 2023 sebanyak 122 perempuan dan anak-anak alami kekerasan di Cilegon.
Hal itu diungkapkan Kepala UPTD PPA Cilegon, Masita saat dikonfirmasi terkait jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak sepanjang 2023 di Cilegon, Senin (8/1/2024).
“Ada 122 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak selama 2023, mulai dari kekerasan psikis, fisik, seksual, penelantaran dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ungkap Masita.
Dijelaskan Masita, dari jenis kekerasan itu yang banyak dilaporkan oleh perempuan adalah kekerasan fisik. Sedangkan, bagi anak-anak yang paling banyak adalah kekerasan seksual .
“Dua kekerasan itu (fisik dan seksual) mendominasi kekerasan yang terjadi selama 2023. Sehingga dari kasus itu tentu klien mengalami psikis, makanya, kami tindaklanjuti dengan rehabilitas. Apalagi bagi korban pelecehan, kami dampingi mereka sampai pulih, tapi persoalan hukum tetap itu ranahnya polres,” katanya.
Lebih lanjut, Masita menuturkan, adapun faktor penyebab adanya kasus tersebut disebakan bagi perempuan di picu faktor ekonomi, komunikasi, dan perselingkuhan.
“Faktor ekonomi mendominasi timbulnya kekerasan pada perempuan mencapai 28 persen. Untuk itu, perlunya peningkatan kapasitas SDM bagi perempuan melalui pelatihan kerja, UMKM maupun adanya pembinaan dari dinas terkait, tuturnya.
Sedangkan faktor penyebab yang terjadi pada anak-anak adalah pola asuh, relasi kuasa, pergaulan, kepedulian lingkungan dan gadget.
“Karena kurangnya ilmu parenting yang di terapkan kepada anak. Sehingga pola asuh tidak dilakukan dengan baik di dalam keluarga, seperti masih meneriaki anak, memukul anak supaya disipilin. Padahal, ada cara tersendiri mendidik anak lebih disiplin tanpa harus kita kasar pada anak,” katanya.
Adapun faktor lainnya, seperti penggunaan gadget pada anak-anak juga perlu diwaspadai, karena menurutnya terdapat oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja memanfaatkan media sosial untuk digunakan melakukan pelecehan kepada perempuan bahkan anak-anak dibawah umur.
Gadget juga menjadi salah satu faktor penyebab adanya kekerasan pada perempuan terutama bagi pasangan suami istri di Cilegon bahkan sampai berujung pada perselingkuhan yang berakibat terjadinya kekerasan.
Untuk itu, dirinya menghimbau kepada orang tua agar memperbaiki pola asuh dan menggunakan gadget dengan bijak, serta perlunya memperbaiki komunikasi dalam keluarga sehingga kekerasan itu dapat dihindari.
Diketahui, kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak tahun 2023 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun 2022 terdapat 144 korban, sedangkan 2023 terdapat 122 korban yang melaporkan. (dik)









