Produk Karya Warga Binaan Lapas Cilegon Diapresiasi Kemenkumham

BISNISBANTEN.COM – Inspektur Wilayah (Irwil) I Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Itjen Kemenkumham) Icon Siregar didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Masjuno mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Selasa(4/4/2023). Jajaran Kemenkumham itu pun meninjau produk sepatu olahraga karya warga binaan Lapas dan mengapresiasinya.
Diketahui, kunjungan dari Kemenkumham tersebut dalam rangka memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Lapas berjalan baik.
Kedatangan kedua pejabat Kemenkumham tersebut disambut langsung Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cilegon Enjat Lukmanul Hakim. Rombongan diajak berkeliling melihat langsung ruang kreativitas warga binaan di Aula Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Cilegon.
Berbagai produk diperlihatkan. Khusus produk sepatu olahraga buatan tangan warga binaan Lapas diapresiasi Irwil Icon Siregar yang dinilai sebagai hasil inovasi.

“Di sini Binkernya sungguh luar biasa. Ini karya warga binaan, produk sepatu Lapas Cilegon saya lihat tidak kalah dengan merk-merk yang sudah terkenal. Harga jualnya pun sangat murah,” puji Icon.
Sementara Kadivpas Masjuno menilai, adanya pembinaan sangat membantu warga binaan untuk mengisi hari-hari dengan kegiatan positif. Menurutnya, pembinaan memiliki tujuan positif agar warga binaan mendapat bekal untuk memperbaiki kehidupannya, sehingga tidak lagi mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukan.
Kegiatan kerja warga binaan di Aula Giatja diawasi petugas dan yang mengikuti pelatihan dibekali sarana prasarana pendukung yang memadai. Tak hanya sepatu, warga binaan Lapas Cilegon juga mengikuti banyak kegiatan. Baru-baru ini warga binaan sibuk mempelajari pembuatan mebelair atau furniture hingga merakit kitchen shet.
Sementara itu, Kalapas Cilegon Enjat Lukmanul Hakim menegaskan, pihaknya konsisten memaksimalkan pembinaan kemandirian dengan memberikan pelatihan. Enjat yakin, hasil kreativitas warga binaannya mampu bersaing di pasar luas.
“Bagi kami saat ini yang terpenting pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar mampu berkerja dan berkarya saat mereka bebas kelak,” ujarnya. (dik/zai)









