Keuangan

Kinerja APBN Positif Jadi Modal Antisipasi Perkembangan Gejolak dan Ketidakpastian Perekonomian Global

BISNISBANTEN.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, kinerja APBN yang positif menjadi modal untuk mengantisipasi perkembangan gejolak dan ketidakpastian perekonomian global serta memperkuat konsolidasi fiskal tahun 2023. Dalam hal ini, Pemerintah akan terus menjaga daya tahan ekonomi Indonesia melalui instrumen fiskal serta mengoptimalkan peran APBN. Ini untuk pengendalian inflasi dan melindungi masyarakat serta menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan menjaga stabilitas fiskal jangka panjang.

Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat yang terancam akibat kenaikan inflasi harga komoditas global, maka APBN melaksanakan menjaga harga BBM, LPG, dan listrik yang merupakan komponen yang sangat penting dalam inflasi agar tidak mengalami kenaikan,” ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala III Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dilaksanakan secara hybrid, Senin (01/08).

Menkeu melanjutkan, selain itu upaya lain yang ditempuh Pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan daya beli yaitu dengan memberikan insentif harga minyak goreng dan menambah bantuan langsung tunai pangan. Melalui APBN, Pemerintah juga menjaga harga kebutuhan pokok dalam negeri dengan menyediakan cadangan stabilisasi harga pangan antara lain untuk kedelai dan jagung. Pemerintah juga telah menurunkan pungutan ekspor untuk mendorong ekspor dan sekaligus mendorong kenaikan harga tandan buah segar dari produk kelapa sawit di tingkat petani dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 115/PMK.05/2022.

Advertisement

Sementara itu, upaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi yang dicapai dengan Pemerintah akan menjaga pelaksanaan APBN 2022 tetap fleksibel dan antisipatif terhadap ketidakpastian penerapan penyesuaian otomatis. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga akan tetap responsif dan antisipatif diselaraskan dengan perkembangan pandemi Covid-19 dan tren pemulihan ekonomi.

“Dukungan pemerintah untuk UMKM tetap dan terus ditingkatkan terutama melalui kredit usaha rakyat dan kredit ultra mikro serta mempersembahkan penjaminan kredit,” jelas Menkeu.

Upaya lain untuk menjaga momentum pemulihan juga ditunjukkan Pemerintah dengan menjaga pasokan batu bara untuk ketahanan energi melalui PMK-17/PMK.02/2022, memberikan dukungan untuk proyek padat karya, pariwisata, dan ketahanan pangan, serta mempersembahkan insentif perpajakan PPh 22 impor.

Adapun upaya untuk menjaga agar peran APBN sebagai shock absorber dapat berjalan optimal namun tidak berdampak buruk pada jangka menengah-panjang, Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah reformasi di bidang fiskal dan struktural. Selain itu, dibutuhkan seluruh komitmen Kementerian/Lembaga untuk meningkatkan belanja yang lebih baik, penerapan zero based budgeting agar belanja APBN semakin efisien dan produktif.

“Pemerintah juga akan mengendalikan defisit APBN dan menjaga manajemen utang dalam batas aman melalui komitmen pelaksanaan konsolidasi fiskal pada tahun 2023,” pungkas Menkeu. (susi)

Advertisement
bisnisbanten.com