Kepala Bapenda Banten : Besar Kecil Pendapatan Hal yang Wajar, Terpenting Pelayanan Terus Ditingkatkan
BISNISBANTEN.COM — Pada 28 Mei 2021, Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) milik Pemprov Banten resmi dikelola Bank Banten. Dengan begini, pembayaran samsat juga dikelola Bank Banten.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Opar Sohari mengungkapkan, jika terdapat perbedaan jumlah penerimaan antara dikelola Bank Banten dan Bank bjb merupakan hal yang wajar. Misalnya dulu dapat 6, lalu dapat 7 itu hal yang wajar. “Yang terpenting adalah pelayanan kepada wajib pajak terus ditingkatkan,” katanya.
Ia menilai, hal terpenting lainnya adalah bagaimana akhirnya target penerimaan tersebut bisa tercapai. Jika sebelumnya ada kekurangan terutama dalam pelayanan, coba ditutupi atau diperbaiki. Untuk itu, Bapenda Banten bersama mitra terutama Bank Banten terus berupaya meningkatkan pelayanan.
“Untuk pembayaran bisa dilakukan di kantor UPTD, gerai samsat, ATM, e-commerce, minimarket, dan lainnya sehingga mempermudah wajib pajak,” katanya.
Sesuai dengan keputusan Gubernur Banten tentang penunjukkan Bank Banten sebagai bank yang mengelola RKUD milik Pemprov Banten. “Kerja sama ini, diharapkan bisa lebih maju dan sinergitas yang solid dan kuat,” katanya.
Pada tahun ini, Bapenda Banten menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,2 triliun. Sementara realisasi PAD tahun mencapai Rp6,6 triliun atau turun sekitar Rp2,1 triliun dari tahun Rp2019 sebesar Rp8,7 triliun.
“Corona yang membuat pendapatan turun, kalau tidak ada corona bisa tetap mencapai target,” katanya. (susi)









