Dialog Kerukunan Antarumat Beragama, Zakiyah Titip Pesan Untuk Tokoh Agama

BISNISBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) menitipkan pesan kepada para tokoh agama yang tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Serang agar dapat memberikan pencerahan kepada masing-masing umatnya. Di antaranya untuk melakukan transformasi digital yang sekarang saat ini terbuka lebar hingga diminta untuk menjaga etika dan moral.
Pesan itu disampaikan Zakiyah pada acara Dialog Kerukunan antarumat Beragama yang dinisiasi FKUB Kabupaten Serang di Aula Surosowan Bank bjb Kantor Cabang Khusus (KCK) Banten, Jalan Veteran Kota Serang, Kamis (24/9/2026).
Zakiyah mengapresiasi kehidupan kerukunan antarumat bergama di Kabupaten Serang yang sudah berjalan kondusif dan aman. Antarumat beragama, menurut Zakiyah, sudah dapat memelihara dan menjalin persaudaraan dan menghormati satu sama lain, sehingga tercipta suasana beragama yang kondusif.
“Alhamdulillah, kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Serang kondusif, aman, tidak ada kendala. Namun tentu dialog antar umat beragama penting terus dilaksanakan untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama di wilayah Kabupaten Serang,” ucapnya.
Pada seminar yang dihadiri para tokoh agama se-Kabupaten Serang itu, Zakiyah juga menitipkan pesan kepada para tokoh agama agar dapat memberikan pencerahan yang positif kepada masing-masing umatnya, sehingga berdampak terhadap daerah menjadi semakin kondusif dan aman.
“Kalau daerah kondusif dan aman, tentu investasi akan terbuka lebar, banyak investasi akan masuk, dan roda perekonomian akan terus bergerak,” ujarnya.
Diawali dengan daerah yang kondusif, menurut Zakiyah, pada akhirnya semua akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga pihaknya ke depan dapat dengan mudah mengentaskan kemiskinan di wilayah Kabupaten Serang. Zakiyah juga meminta kepada para tokoh agama agar menyampaikan kepada maisng-masing jemaahnya bahwa transformasi digital saat ini terbuka lebar.
“Jadi, mohon juga untuk menyampaikan agar masyarakat tidak boleh memberikan komentar-komentar negatif. Karena kita negara yang harus terus dijaga etikanya, moralnya,” pintanya.
Zakiyah menilai, perlu terus dilakukan dialog antarumat bergama agar menjadi satu persepsi, sehingga tidak muncul hal yang tidak diinginkan.
“Makanya di sini butuh dialog supaya cari titik temu yang terbaik agar semuanya bisa saling menghargai dan menghormati,’ tandasnya.
Di tempat yang sama, Ketua FKUB Kabupaten Serang Kiai Komarudin menilai, dialog antarumat beragama penting terus digelar agar terpupuk saling menghargai di kalangan antarumat beragama. Disebutkan Komarudin, kegiatan dialog merupakan gagasan FKUB bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Serang yang diharapkan menjadi wadah perekat bagi masyarakat Kabupaten Serang.
“Alhamdulillah, perjalanan FKUB ini kita bikin yang namanya Desa Sadar Hukum, terus Early Warnjng System di masing-masing sekolah, karena tujuan kita ini untuk mempersatukan,” bebernya.
Kata Komarudin, pembangunan di Kabupaten Serang tidak akan pernah terbantahkan untuk terus dilakukan, kendati muncul pertanyaan apakah mampu generasi masa depan bisa bersaing dengan keadaan. Oleh karena itu, dialog diharapkan dapat menyatukan persepsi yang sama. Disinggung soal pembangunan sarana ibadah, menurut Komarudin, masih perlu dirumuskan kembali.
“Kita mediasi sama-sama apa yang mungkin terbaik. Kalau di kita di Kabupaten Serang mesti bermusyawarah. Karena semua merupakan anak bangsa juga dan punya hak juga,” jelasnya.
Komarudin pun berjanji, pihaknya akan terus menjaga kerukunan antar umat beragama agar tidak terjadi kasus yang tidak diinginkan. Menurutnya, menjaga kerukunan umat Bergama bukan hanya menjadi kewajiban FKUB saja, tetapi juga pemerintah daerah.
“Untuk itu, saya gandeng Kesbangpol untuk betul-betul mendukung FKUB, karena FKUB mitra pemda,” tegasnya.
Terkait itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Serang Haryadi menambahkan, dialog antarumat beragama digelar bertujuan untuk memitigasi permasalahan-permasalahan umat beragama.
“Jangan sampai ada permasalahan masyarakat yang sekecil apapun dibiarkan, tidak direspons, tidak diakomodir masukan-masukan dari masyarakat ini menjadi permasalahan besar,” tukasnya.
Dengan dialog kerukunan umat beragama, lanjut Haryadi, pihaknya menampung aspirasi dan berbagai masukan dari para tokoh umat beragama yang ada di wilayah Kabupaten Serang, sehingga nantinya bisa menjadi kebijakan pimpinan. Terkait membangun sarana peribadatan di wilayah Kabupaten Sarang, tambah Haryadi, ada ketentuan dan aturannya berdasarkan undang-undang.
“Nanti bagaimana selanjutnya menjadi pertimbangan dari pimpinan wilayah Kabupaten Serang,” pungkasnya. (Nizar)









