Ekonomi

Gaya Hidup dan “Ultra Processed Food” Ancam Anak Muda, Dinkes Kota Serang Ungkap Pergeseran Usia Penyakit Katastrofik

BISNISBANTEN.COM — Ancaman penyakit katastrofik seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi kini tidak lagi mendominasi kelompok usia lanjut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat adanya pergeseran rentang usia penderita penyakit kronis yang kian mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Serang dr. Hena Arlini menyebutkan, bahwa jika dahulu penyakit-penyakit tersebut baru muncul di atas usia 40 tahun, kini kelompok usia di atas 15 tahun sudah mulai terdeteksi terpapar.

“Kalau dulu penyakit-penyakit itu baru muncul di atas 40 tahun. Kalau sekarang kita geser ke atas 15 tahun,” kata dr. Hena Arlini saat ditemui diruangannya, Jum’at (25/09/26).

Advertisement

Menurutnya, penurunan batas usia penderita ini dipicu oleh perubahan pola hidup, konsumsi ultra-processed food (UPF), tingginya asupan gula dan garam, serta minimnya aktivitas fisik masyarakat saat ini.

“Kalau dulu 40 tahun banyak penyakit karena memang metabolismenya sudah turun. Tapi kalau sekarang karena gaya hidup, jadi enggak nunggu metabolisme turun, tapi memang overdosis badan kita dengan hal-hal seperti itu,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bagaimana pola makan kekinian dan kemudahan fasilitas transportasi turut memperburuk kondisi kesehatan fisik generasi muda. “Konsumsi gula tinggi, garam tinggi, terus juga radikal bebas yang kita hirup, dan kurang gerak. Kalau dulu kita harus jalan kaki dulu masuk angkot, kalau sekarang naik ojol tinggal dari depan pintu rumah,” tambahnya.

Untuk mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular tersebut, Dinkes Kota Serang terus memacu pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Massal (CKGM) atau Medical Check-Up (MCU) gratis bagi warga. Hingga pertengahan September, capaian pemeriksaan CKGM di Kota Serang telah menembus angka 54 persen.

“Kita sudah di angka 54 persen ya, itu capaian secara keseluruhan termasuk CKG sekolah maupun CKG umum. Angka 54 persen ini lebih besar dari target nasional yang ditetapkan, yaitu di angka 40 persen,” ujar dr. Hena.

Jika dikonversikan ke dalam jumlah jiwa, total warga Kota Serang yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan ini sudah mencapai ratusan ribu orang. “Di 400 sekian ribu ya, tepatnya 417.449. Ini kita tarik data per 19 September kemarin,” tuturnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis ini diselenggarakan secara merata di seluruh wilayah Kota Serang melalui 16 puskesmas, serta berkolaborasi dengan jaringan klinik, rumah sakit, perguruan tinggi, hingga sektor perbankan.

“CKGM kita sih sudah seluruh Kota Serang ya, karena di 16 puskesmas untuk melakukan penginputan. Sampai 6 Oktober ini kita agak banyak event, hampir tiap hari ada kerja sama dengan bank dan kampus,” jelas dr. Hena.

Sasar Seluruh Warga hingga CKG Sekolah

Layanan CKGM diprioritaskan bagi seluruh warga Kota Serang, mulai dari anak sekolah hingga lansia. Khusus bagi rentang usia 7 hingga 17 tahun, program ini dikemas melalui CKG Sekolah.

“Targetnya seluruh penduduk, kecuali yang di bawah 1 tahun karena sudah punya program sendiri seperti imunisasi. Untuk usia 7 sampai 17 tahun, selain CKG biasa ada tambahan pengetesan HB (hemoglobin) yang dilakukan di sekolah masing-masing. Bagi yang homeschooling atau sekolah non-formal, bisa menghubungi kita untuk tetap masuk sasaran CKG Sekolah,” terangnya.

Dinkes Kota Serang menargetkan capaian CKGM dapat menyentuh angka 60 persen pada akhir Oktober, dengan harapan seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan berkala gratis ini setahun sekali.

“Sebetulnya kan MCU ditanggung asuransi, nah ini ditanggung negara. Harapan kita target bisa 100% kalau semua warga mengambil jatahnya. Tapi mudah-mudahan 60% bisa kita capai di bulan Oktober,” pungkasnya. (Siska)

bisnisbanten.com