Banten24

Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pertanian dan Pengendalian Inflasi Lewat Metode PM-AAS

BISNISBANTEN.COM — Pemerintah Kota Serang terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga melalui sektor pertanian. Dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Provinsi Banten Tahun 2026 yang dikolaborasikan dengan Gerakan Tanam Serempak Pertanian Modern –Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia menegaskan, bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan pilar utama keberlangsungan hidup masyarakat sekaligus kunci utama dalam menekan angka inflasi daerah.

Agis mengapresiasi efektivitas penggunaan metode PM-AAS yang telah terbukti meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan di sejumlah wilayah.

Advertisement

“Jadi Pak, kemarin yang biasanya dapat tujuh sampai delapan ton, kini bisa naik jadi 12 ton dengan menggunakan metode PM-AAS ini. Ini luar biasa. Semoga di lokasi yang baru ini hasilnya bisa lebih tinggi lagi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani,” ujarnya, Selasa (15/09/26).

Menurutnya, lonjakan hasil panen ini tidak lepas dari besarnya potensi pasar kebutuhan pangan harian masyarakat yang sangat tinggi. Ia mengilustrasikan besarnya kebutuhan pangan harian sebagai peluang besar yang harus ditangkap oleh para petani lokal.

“Potensi dan peluang itu selalu ada. Bayangkan, kalau kebutuhan harian masyarakat mencapai puluhan juta piring sehari, isinya tentu nasi, lauk-pauk, dan sayuran, bukan batu atau kertas. Artinya, potensinya luar biasa besar, tinggal bagaimana kita bisa berkolaborasi,” tutur Agis.

Lebih lanjut, Agis menyoroti peran strategis para petani yang sering kali luput dari perhatian dalam pembahasan ekonomi daerah. Ia meminta agar para petani mendapatkan apresiasi yang layak atas kontribusi nyata mereka menjaga ketersediaan pangan.

“Saya selalu bilang, petani itu merupakan kunci dari pengendalian inflasi. Makanya, sesekali para petani perlu diberikan apresiasi. Bagaimana produksi dan kualitas pangan bisa terjaga kalau bukan karena keseriusan para petani yang menanam di lapangan?” tegasnya.

Dalam arahannya, Wakil Walikota juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, hingga kelompok tani, untuk memperkuat sinergi interinstansi demi memastikan kelancaran program pertanian modern ini.

“Kolaborasi dan sinergi adalah energi. Kalau kita bekerja sendirian terasa berat, tapi ketika bersinergi, beban itu terbagi sehingga kita menjadi lebih ringan, lebih berenergi, dan sukses menjalankan program. Output utamanya adalah terkelolanya inflasi daerah,” kata Agis.

Mengakhiri penyampaiannya, Agis berharap metode PM-AAS ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan meluas di berbagai wilayah Kota Serang, termasuk mendorong peningkatan frekuensi indeks pertanaman.

“Harapannya ke depan tidak hanya dua kali, tapi bisa tiga kali tanam dalam setahun. Apalagi dari provinsi dan berbagai pihak siap mendukung. Kita fokus berkolaborasi dan bekerja sama agar program yang sudah teruji ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Siska)

bisnisbanten.com