Wawanohan Season 2 DAMAS Banten, Bedah Dilema ‘IPK Vs Relasi’ di Dunia Kerja

BISNISBANTEN.COM – Mahasiswa lintas kampus yang tergabung organisasi Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS) Banten menggelar giat Diskusi bertajuk ‘Wawanohan Season 2’ dengan tema ‘Dunia yang Berubah: Mahasiswa Mau ke Mana?’ di salah satu Cafe di Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Kamis (10/9/2026) sore. Mereka membedah dilema pentingnya IPK atau Relasi saat memasuki dunia kerja.
Kegiatan diikuti sekira 40 mahasiswa dari perguruan tinggi di Banten, meliputi perwakilan mahasiswa AMIK Serang, UNTIRTA, dan UNSIJA Banten.
Diketahui, Wawanohan dapat diartikan saling mengenal atau acara menjadi ajang perkenalan antarmahasiswa lintas kampus, perkenalan mahasiswa dengan senior/alumni lintas generasi, serta pengenalan kiprah DAMAS sebagai organisasi kepemudaan berbasis mahasiswa yang berdiri sejak 14 Oktober 1956 di Bandung, dengan fokus pada budaya, pendidikan, dan pengabdian. Acara merupakan kelanjutan dari Wawanohan Season 1 sebulan sebelumnya pada 6 Agustus 2026.
Adapun sub-tema acara yang menjadi bahan perdebatan yaitu ‘IPK Tinggi atau Relasi, Mana yang Lebih Penting?’. Sesi diskusi berlangsung cair dan interaktif. Mahasiswa berani tampil aktif berpendapat. Sebagian menilai relasi adalah kunci untuk menembus persaingan dunia kerja yang ketat. IPK tinggi mungkin akan sia-sia kalau tidak punya koneksi, akan sulit masuk ke dunia kerja.
Sebagian lain berargumentasi bahwa relasi penting agar terhindar dari pengangguran intelektual. Bisa untuk tujuan bekerja di instansi atau perusahaan, atau bahkan memanfaatkan relasi untuk usaha mandiri.
Sementara sebagian lainnya menekankan bahwa IPK tetap krusial sebagai syarat akademis, terutama bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, atau mencari beasiswa.
Panitia Acara Raden Dudi Perdana menyampaikam rasa syukur dan cukup puas dengan kegiatan yang diselenggarakannya, karena format diskusi partisipatif berjalan sesuai harapan, di mana acara berlangsung tidak seperti seminar satu arah, tapi mahasiswa bebas bersuara kritis bukan sekadar mendengarkan.
Sementara itu, narasumber Aim Nursalim Saleh atau yang akrab disapa Kang Aim yang merupakan Ketua Korps Alumni DAMAS Pusat / Kepala Kantor Wilayah Dirjen Pajak Banten ini pada acara berbagi refleksi pengalaman pribadi bahwa jejaring pertemanan dan aktif berorganisasi adalah investasi jangka panjang yang melengkapi teori kelas. Ia bercerita, jika pada masa mudanya sama seperti para mahasiswa sekarang, pernah bingung dan meraba-raba masa depan di tengah ketidakpastian. Dari pengalamannya, teori di kelas itu memang penting, tetapi kemampuan menjalin pertemanan dan berorganisasi, terutama organisasi lintas kampus, lintas generasi, lintas profesi adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah kedaluwarsa untuk menghadapi dunia nyata.
Sementara Ketua DAMAS Banten Wildan Fisabililhaq yang saat ini berprofesi sebagai Guru di Pandeglang menilai, pertemanan organisasi memperkaya efektivitas dunia kerja.
Terkait itu, Dosen dan Pegiat Organisasi di Kota Serang Edi Haerullah menekankan perlunya keseimbangan antara IPK dan kegiatan berorganisasi. IPK sebagai tiket administrasi, namun karakter dan relasi sangat menentukan keberhasilan di dunia kerja.
Sementara itu, Tokoh Literasi dan Pengamat Sosial-Budaya dari Rangkasbitung Ocit Abdurrosyid Siddiq menyoroti pentingnya karakter, budaya, dan keluwesan adaptasi bagi mahasiswa di era perubahan zaman yang terus bergeser.
Diketahui, Wawanohan Sesion 2 juga menghadirkan tokoh senior DAMAS Abah Iwan Abdulrachman yang merupakan tokoh pencinta alam, akademisi, pencipta puluhan lagu legendaris di antaranya ‘Flamboyan’ dan ‘Melati dari Jayagiri’ Bimbo, ‘Burung Camar’ dari Vina Panduwinata yang berbagi pengalaman ketika berorganisasi di DAMAS sejak tahun 1970, memberikan motivasi kepada peserta sambil memainkan petikan gitar akustik dan bersenandung lagu legendaris ciptaannya ‘Melati dari Jayagiri’ beserta kisah di balik penciptaan lagu tersebut. (Nizar)









