Banten24

Dinkopukmperindag Kota Serang Perkuat Rantai Pasok UMKM, Wahyu : Kita Targetkan Hotel dan Perusahaan Besar

BISNISBANTEN.COM – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang tengah menyusun strategi besar untuk meningkatkan daya saing daerah melalui penguatan rantai pasok pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang Wahyu Nurjamil mengungkapkan, bahwa pihaknya sedang merancang mekanisme agar produk-produk lokal dapat masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk menyuplai kebutuhan perusahaan besar dan sektor pariwisata.

“Dinkopukmperindag sekarang sedang menyusun sebuah mekanisme berkaitan dengan rantai pasok. Artinya para pengusaha UMKM dan IKM yang ada di Kota Serang itu yang berkegiatan mikro itu akan kita salurkan sebagai supply kepada perusahaan-perusahaan besar,” ujar Wahyu Nurjamil, Selasa (01/09/26).

Advertisement

Wahyu menjelaskan bahwa pemetaan produk UMKM sedang dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pasar. Target distribusinya mencakup berbagai sektor ekonomi penting di Kota Serang.

“Target suplainya banyak. Nanti kita ke perhotelan, terus juga ke perusahaan besar seperti sekarang kan ada JDI ya, termasuk juga kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi), termasuk juga ke Koperasi Merah Putih,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang diusulkan adalah integrasi produk UMKM ke dalam layanan hotel. Wahyu mencontohkan, produk UMKM bisa dijadikan merchandise yang sudah termasuk dalam harga sewa kamar hotel.

“Kita melihat dari sisi begini, seperti perhotelan. Misalkan harga menginap semalam Rp300.000, nah itu di dalamnya sudah termasuk kepada merchandise dari pelaku UMKM. Sehingga harga itu sudah include,” kata Wahyu.

Sebagai timbal balik, pemerintah daerah berencana memberikan apresiasi bagi pelaku usaha yang mendukung program ini. “Nanti itu sebagai dorongan kepada UMKM untuk bekerja sama dengan perhotelan, dan nanti perhotelannya bisa kita berikan insentif berupa pengurangan pajak, baik pajak restoran maupun pajak hotelnya,” tambahnya.

Kota Serang memiliki beragam produk unggulan yang siap bersaing, mulai dari kuliner khas hingga makanan ringan. Wahyu menyebutkan beberapa di antaranya adalah Sate Bandeng, Rabeg, dan aneka kue kering.

Namun, untuk menembus pasar profesional, Dinkopukmperindag menekankan pentingnya standarisasi kualitas. Wahyu menyatakan bahwa pihaknya akan melibatkan sektor perbankan untuk pembiayaan dan universitas untuk pengujian mutu produk.

“Termasuk juga dalam hal pembiayaan kita akan melibatkan perbankan. Terus juga dari universitas, karena setiap UMKM itu kan harus dilihat nilai gizi produknya,” tutur Wahyu.

Selama ini, pengujian nilai gizi seperti kandungan karbohidrat dan protein masih dilakukan di luar daerah. Ke depannya, Wahyu berharap perguruan tinggi di Kota Serang dapat mengambil peran tersebut.

“Kalau sekarang kan kita biasanya mengirimkan produknya ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk dikaji berapa sih nilai karbohidratnya, proteinnya berapa. Nah, nanti itu mudah-mudahan bisa diinisiasi oleh universitas yang ada di Kota Serang,” tutupnya.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet pelaku usaha lokal, tetapi juga memperkuat posisi Kota Serang sebagai daerah yang memiliki daya saing ekonomi yang tangguh. (Siska)

bisnisbanten.com