Banten24

Serang Fair Membeludak, Wahyu Nurjamil: Perputaran Ekonomi Tembus Rp4 Miliar dan Hunian Hotel Naik.

BISNISBANTEN.COM – Penyelenggaraan Serang Fair tahun ini mencatatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang Wahyu Nurjamil mengungkapkan, bahwa acara ini telah menjadi magnet ekonomi dan hiburan yang sangat dinantikan.

Wahyu Nurjamil menyebutkan bahwa jumlah pengunjung tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh ketersediaan ruang yang lebih luas bagi para pengunjung dan peserta.

“Pertama tingkat kunjungan ini jauh lebih besar daripada tahun lalu karena memang space-nya juga lebih besar,” ujar Wahyu, dikutip oada Rabu (12/08/26).

Berdasarkan data pantauan di lapangan, jumlah pengunjung sempat menyentuh angka puluhan ribu dalam kurun waktu yang singkat. “Dari jam 08.00 sampai jam 09.00 kurang itu sudah mencapai 22.000 tadi ya hasil checker-nya,” tambahnya.

Peningkatan kunjungan ini berbanding lurus dengan perputaran ekonomi selama acara berlangsung. Hingga hari keempat, total nilai transaksi diperkirakan telah melampaui miliaran rupiah.

“Kemarin saja kita sudah sekitar 4 miliaran lebih. Nanti rekapnya di akhir ya,” jelas Wahyu.

 Tidak hanya di lokasi acara, dampak positif juga dirasakan oleh sektor pariwisata di Kota Serang. Berdasarkan data Bapenda, tingkat hunian hotel mengalami kenaikan hingga 20 persen.

Sebanyak kurang lebih 500 pelaku usaha, termasuk UMKM, ekonomi kreatif (ekraf), hingga pedagang stadion, dilibatkan dalam perhelatan ini. Berdasarkan hasil survei acak, para pelaku usaha melaporkan pendapatan yang lebih besar dibanding Serang Fair tahun lalu.

“Ini menunjukkan bahwa ada kualitas perputaran ekonomi dari penyelenggaraan Serang Fair yang lebih baik,” kata Wahyu.

Namun, ia juga memberikan catatan evaluasi terkait lokasi acara agar ke depannya bisa dilaksanakan di tempat yang lebih memadai. “Semoga Kota Serang Fair ini bisa beralih ke tempat yang lebih representatif. Karena tadi teman-teman tahu begitu jingkrak-jingkrakan para penonton ya berjoget debunya kemana-mana ya,” ungkapnya.

Terkait insiden keamanan, Wahyu menegaskan bahwa pihak panitia bergerak cepat melakukan mitigasi. Ia mengklarifikasi bahwa tidak ada keributan atau tawuran antarpenonton, melainkan hanya ekspresi penikmat musik (moshing) dan penangkapan oknum kriminal.

“Yang kemarin terjadi pukul-pukulan itu copet yang dipukulin makanya kita amankan. Kemarin sih dua (copet) yang diamankan,” tegasnya. Ia meminta masyarakat membedakan antara aksi kriminal dengan cara penonton menikmati musik.

Selain itu, Wahyu memberikan klarifikasi mengenai protes terkait ketiadaan booth*

 untuk komunitas clothing. Menurutnya, ada oknum yang sengaja melempar isu tersebut karena tidak mendapatkan kuota booth.

“Saya tahu siapa yang menyampaikan seperti itu, itu karena tidak kebagian booth. Protes dengan cara seperti itu seolah-olah membawa-bawa nama clothing,” terangnya. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan lahan terjadi karena adanya pembangunan di area stadion serta prioritas bagi pedagang yang berpindah ke Kepandean.

“Boleh ditanya kepada teman-teman clothing bahwa itu tidak mewakili clothing. Itu (hanya) tidak kebagian booth,” pungkas Wahyu. (Siska)

bisnisbanten.com