Bawa Semangat ‘Matahari Pagi’, Gubernur Banten Andra Soni Harap MPI Jadi Jembatan Aspirasi Warga Banten

BISNISBANTEN.COM — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan merupakan modal sosial yang penting bagi masyarakat. Ormas dinilai mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, memperluas partisipasi, menyampaikan aspirasi, dan menghubungkan berbagai potensi masyarakat dengan program pembangunan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Pimpinan Wilayah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Sabtu (8/8/2026).
“Kita ketahui bersama, organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dari modal sosial masyarakat. Karena itu, saya berharap MPI Banten menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat sekaligus menjadi jembatan penghubung aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah,” ungkap Andra.
Lebih lanjut, Andra berharap MPI Provinsi Banten dapat membantu dan mendukung masyarakat melalui berbagai program kegiatan, mulai dari pemberdayaan generasi muda hingga penguatan ekonomi di sektor pendidikan, kesehatan, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, semangat optimisme yang menjadi identitas MPI harus diwujudkan melalui kerja nyata. Andra mengibaratkan optimisme tersebut seperti matahari pagi yang selalu membawa harapan baru.
“Selama matahari masih terbit, berarti di situ masih ada harapan. Itu menjadi panduan saya,” imbuhnya.
Gubernur Andra mengajak MPI Banten bersinergi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah. MPI diyakini dapat menjadi corong aspirasi, mengingat belum tentu seluruh masyarakat memiliki kesempatan atau keberanian untuk menyampaikan harapannya secara langsung kepada pemerintah.
“Saya yakin MPI bisa mewakili harapan-harapan di masyarakat untuk dikomunikasikan dengan pemerintah. Kemudian, hal itu kita sinergikan menjadi sebuah kebijakan yang sesuai dengan harapan dan filosofi matahari,” jelas Andra.
Gubernur juga meminta MPI mengambil peran aktif dalam mendukung implementasi program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, peningkatan produktivitas pertanian, Sekolah Rakyat, dan program rumah subsidi.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar (PB) MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa MPI saat ini berfokus menjadi gerakan sosial dan kebudayaan. Gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten agar berdampak positif bagi masyarakat.
“Tidak perlu gerakan yang besar-besar. Gerakan kecil, tetapi bisa berdampak. Misalnya, bersih-bersih rumah ibadah, mobil makan gratis untuk kaum duafa, serta gerakan toilet bersih di sekolah,” ujar Dahnil yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) MPI Provinsi Banten, Nurcholis Ali Sya’bana, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menjalankan amanah dan mengembangkan organisasi tersebut hingga ke seluruh wilayah Banten. Ia menyebut MPI sebagai organisasi inklusif yang mencerminkan keberagaman masyarakat.
“Saya menerima amanah ini dan kita akan kibarkan bendera Matahari Pagi Indonesia hingga ke seluruh penjuru Provinsi Banten,” tegasnya.
Nurcholis menambahkan, MPI Banten akan bergerak mengusung nilai optimisme sosial. Sejumlah program telah disiapkan, di antaranya distribusi MBG melalui food truck (truk makanan) serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat penyandang disabilitas.
“Kita akan dukung, minimal dengan memberikan bantuan modal pertama dari Matahari Pagi Indonesia. Mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak bantuan lain, sehingga seluruh warga Banten bisa merasakannya,” pungkas Nurcholis.









