Tekan Pengangguran, Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia Dorong Lulusan SMK Berkarir ke Jepang: Gaji Capai Rp25 Juta!

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang terus berupaya mencari solusi strategis untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mendorong para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menangkap peluang kerja global, khususnya ke Jepang, melalui kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia menyatakan, bahwa program ini bertujuan agar siswa SMK memiliki kesiapan mental dan keahlian sejak dini. “Ini program unggulan kita yang nanti akan kita coba kolaborasikan dengan sekolah-sekolah khususnya SMA/SMK yang kita ingin menurunkan tingkat pengangguran,” ujar Agis saat di temui di SMK PGRI 3 Kota Serang, Kamis (06/08/26).
Ia menambahkan bahwa pendampingan akan dimulai sejak siswa masih duduk di kelas 1 dan 2 agar mereka fokus mempersiapkan kemampuan bahasa. “Dari kelas 1, kelas 2 tuh siap. Misalkan dia pengin ke Jepang, sudah siap fokus saja bahasa Jepang. Nanti kita tinggal undang dari Jepangnya untuk melakukan wawancara ke sekolah-sekolah,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Asociate Marketing LPK Alvin Duta Mandiri Karim Amin mengungkapkan, bahwa peluang kerja di luar negeri, terutama Jepang, sangat terbuka lebar dengan penghasilan yang menggiurkan.
“Harapannya anak-anak SMK ini punya masa depan yang lebih baik dengan kerjaan di Jepang dengan gaji Rp20 sampai Rp25 juta per bulan,” kata Karim.
Menurut Karim, langkah ini penting karena sulitnya mencari lapangan kerja di tingkat lokal saat ini. “Tujuannya mengajak anak-anak muda di Kota Serang untuk bisa melihat peluang kerja ke luar negeri. Karena di lokal di Banten dengan tingkat pengangguran tertinggi, sangat sulit mencari kerjaan hari ini,” jelasnya.
Karim menjelaskan ada sekitar 14 sektor pekerjaan yang tersedia di Jepang, mulai dari pertanian, peternakan, perhotelan, hingga caregiver (perawat lansia) dan ground handling di bandara. Untuk urusan biaya, masyarakat tidak perlu khawatir karena tersedia skema dukungan dari perbankan.
“Sesuai perintah Presiden, bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, dan Mandiri diminta untuk mendukung pendanaan calon pekerja migran sehingga mereka tidak terjerat rentenir,” tambah Karim.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk nyata implementasi pendidikan vokasi. Pembina SMK PGRI 3 Kota Serang Haji Halili, menegaskan pentingnya lulusan SMK yang langsung terserap dunia kerja.
“Kegiatan ini kami sangat support sekali karena berkaitan dengan masa depan anak. Jangan sampai SMK itu hanya sekedar menyandang ijazah tapi tidak bisa menerapkan teori**,” tegas Halili.
Halili menyebutkan bahwa SMK PGRI 3 telah memiliki rekam jejak yang baik dalam menyalurkan lulusannya ke kancah internasional.
“Sekolah kita ini adalah satu-satunya sekolah di tingkat provinsi yang mendapatkan predikat SMK Excellent dari perusahaan internasional. Bahkan sudah ada dua orang alumni kita yang bekerja di Jepang,” pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, LPK, dan institusi pendidikan, diharapkan para pemuda di Kota Serang dapat mengubah pola pikir mereka untuk berani berkarir di kancah internasional demi masa depan yang lebih cerah. (Siska)









