Ekonomi

Bisa Kok Seperti Bali, Ini Rekomendasi Potensi Wisata yang Bisa Dikembangkan di Banten

BISNISBANTEN.COM — Provinsi Banten sebagai penyangga ibukota merupakan daerah yang strategis dan memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Tidak heran di Provinsi Banten banyak daerah yang dijadikan destinasi wisata baik wisata pantai, budaya, alam, religi, dan lainnya.

Di Banten ada suku yang sampai sekarang melestrasikan adat istiadatnya secara turun temurun yakni suku baduy yang berada di daerah Kanekes, Kabupaten Lebak. Sementara wisata religi ada di Kasemen, Kota Serang yang dikenal sebagai Banten Lama yang merupakan peninggalan kerajaan kesultanan Banten.

Untuk wisata pantai, Banten memiliki garis pantai yang panjang sekitar 5.000 km dari ujung Tangerang yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta sampai Bayah yang berbatasan langsung dengan Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Sepanjang garis pantai ini jika dikembangkan secara maksimal oleh Pemprov Banten dan kabupaten kotanya bisa berkembang dengan baik sehingga menggundang wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia mengungkapkan,

Wisata di bali yang cukup menjadi daya tarik turis asing dan domestik itu sistem pengairan subak. Wisata ini juga bisa diterapkan di Banten yakni di daerah Lebak dan Pandeglang karena masih terlihat hijau dengan daerah pesawahan dan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Nanti disitu ada saung-saung dari pengrajin ayaman-anyaman bambu. Tentu ini harus dilakukan dengan serius agar bisa menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Selain itu, ia juga menilai keberadaan kesenian tari di sanggar-sanggar juga perlu digalakkan terutama tarian khas Banten yang menjadi icon budayanya.
“Kemudian, sanggar-sanggar tarinya disandingkan dengan rumah kerajinan biar turis bisa lihat home industri kerajinan sekaligus bisa nonton orang belajar nari. Kalau ini diseriusin dalam 3-5 thn kedepan saat banyak investor masuk khususnya di sektor pariwisata dan banyak turis dateng. sudah banyak talenta yang siap mengisi acara tarian-tarian di setiap kunjungan turis-turis,” katanya.

Ia menambahkan, himpunan perhotelan atau hotel bisa bikin kerjasama dengan sanggar-sanggar tari tersebut. “Jadi CSR dari hotel nggak mesti ngasih duit tapi dengan memberikan kontrak-kontrak dengan sanggar tari untuk isi acara dan duitnya dipakai oleh insan kebudayaan talenta2 penari dan sanggar tarinya,” tambahnya.

Regional General Manager Aston Area Banten Doddy Faturahman mengungkapkan, Banten memiliki banyak destinasi wisata yang bagus dan tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
“Sebenarnya Anyer itu seperti yang banyak orang bilang nggak kalah dengan daerah lain cuma daerah lain seperti bali dan lombok pemerintahnya bener bener support , akses wisata di sana bagus sampe pelosok. Salah satu yang benar-benar diperbaiki yakni jalan dan penerangan sehingga wisatawan lebih mudah mengaksesnya,” katanya.

Dengan dikembangkan destinasi wisata yang masif dan serius dari pemerintah, Banten tidak perlu menjadi “Bali kedua”. Yang lebih tepat adalah mengambil praktik terbaik dari Bali, tetapi tetap mengembangkan identitas khas Banten yang menggabungkan wisata pantai, budaya, religi, hingga konservasi alam.

Pemerintah Provinsi Banten lewat Dinas Pariwisata sendiri juga tengah mendorong penyusunan paket wisata terintegrasi dan penguatan destinasi sebagai strategi meningkatkan daya saing.

Berikut beberapa potensi pariwisata Bali yang dapat diadaptasi di Banten:

1. Desa Wisata Berbasis Budaya

Inspirasi Bali: Penglipuran, Penglipuran Village, Penglipuran dengan keterlibatan masyarakat.

Peluang di Banten:

Baduy sebagai destinasi budaya kelas dunia.
Kampung adat dan desa nelayan di Anyer, Carita, Tanjung Lesung.
Desa wisata dengan homestay, paket aktivitas, kuliner, dan kerajinan lokal.

2. Kalender Event Sepanjang Tahun

Inspirasi Bali: Festival budaya, olahraga, musik, yoga, hingga kuliner hampir setiap bulan. Banten bisa mengembangkan Anyer Beach Festival, Festival Baduy, Festival Kuliner Banten, Festival Debus Internasional, Banten Surfing Championship, Triathlon Anyer-Carita, Festival Selat Sunda.

3. Wellness Tourism

Bali sukses menjual: Spa, Yoga, Healing, dan Retreat. Banten memiliki potensi: Resort Anyer-Carita, Kawasan pegunungan Pandeglang, Wisata herbal, Retreat Islami, dan Glamping dan forest healing.

4. Paket Wisata Terintegrasi

Di Bali wisatawan bisa membeli paket 3-5 hari.
Banten dapat menawarkan paket:
Hari 1: Banten Lama
Hari 2: Baduy
Hari 3: Anyer-Carita
Hari 4: Ujung Kulon atau Pulau Peucang
Hari 5: Wisata kuliner dan UMKM.
Strategi ini juga menjadi fokus pengembangan paket wisata oleh Dinas Pariwisata Banten.

1. Wisata Sunset dan Beach Club

Bali terkenal dengan beach club yang tetap memanfaatkan keindahan alam. Banten memilik Anyer, Carita, Tanjung Lesung, dan Pulau Sangiang. Potensinya besar untuk menghadirkan beach club berkonsep lokal tanpa menghilangkan karakter budaya Banten.

2. Wisata Kuliner Sebagai Daya Tarik

Bali berhasil menjadikan kuliner sebagai alasan wisatawan datang. Banten dapat mengangkat Sate Bandeng, Rabeg, Angeun Lada, Pecak Bandeng, Otak-otak, Emping, Seafood Anyer, dan Kopi Banten.

3. Penguatan Ekonomi Kreatif

Bali dikenal dengan pusat UMKM dan kerajinan. Banten dapat mengembangkan antara lain Batik Banten, Tenun Baduy, Kerajinan bambu anyaman, dan Produk ekonomi kreatif di setiap destinasi wisata.

4. Wisata Bahari Premium

Bali menjual aktivitas antara Snorkeling, Diving, Yacht, dan Sunset cruise. Banten memiliki potensi di Tanjung Lesung, Pulau Umang, Pulau Peucang, Pulau Sangiang, Pulau Oar, Kepulauan Krakatau.

5. Digital Tourism

Bali sangat aktif memasarkan destinasi melalui media sosial. Banten dapat memperkuat QRIS Tourism, Tiket digital, Kalender event online, Influencer tourism, Virtual tour, dan Kampanye media sosial yang konsisten.

6. Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism)

Salah satu kekuatan Bali adalah meningkatnya perhatian terhadap kebersihan, konservasi, dan keterlibatan masyarakat.

Banten juga dapat memperkuat Pengelolaan sampah destinasi, Konservasi pantai, Edukasi wisata, Pemberdayaan Pokdarwis, Sertifikasi destinasi ramah lingkungan.

Rekomendasi program unggulan untuk Banten. Lima program yang berpotensi memberi dampak besar adalah Pengembangan kawasan Anyer–Carita sebagai destinasi pantai premium. Kedua, Penguatan Baduy sebagai destinasi budaya dan ekowisata kelas dunia. Ketiga, penyelenggaraan kalender event internasional sepanjang tahun. Keempat, Pengembangan paket wisata terpadu “Culture–Nature–Beach” agar lama tinggal wisatawan meningkat. Kelima, Peningkatan kualitas destinasi melalui kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan promosi digital, sejalan dengan arah pengembangan pariwisata Banten saat ini.

bisnisbanten.com