Eduvisit di SMKN 1 Kramatwatu, BEI Banten Kenalkan Dasar Investasi hingga Cara Membeli Saham

BISNISBANTEN.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Banten menggelar kegiatan Eduvisit di SMKN 1 Kramatwatu sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan pelajar, Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai instrumen investasi, mulai dari saham hingga obligasi.
Mia dari IDX Bursa Efek Indonesia Perwakilan Banten menjelaskan bahwa investasi merupakan proses mengelola aset yang dimiliki agar dapat memberikan hasil di masa mendatang. “Investasi itu sebetulnya adalah sebuah proses untuk mengelola harta yang kita punya agar di kemudian hari aset tersebut ada hasilnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, investasi berbeda dengan menabung. Menurutnya, uang yang ditabung belum tentu mengalami pertambahan nilai, sedangkan investasi memiliki potensi memberikan keuntungan meski tetap disertai risiko. “Kalau menabung Rp1 juta, di akhir tahun tabungan kita tidak bertambah. Tapi kalau investasi Rp1 juta sekarang, di akhir tahun nilainya bisa lebih dari Rp1 juta,” katanya.
Meski menawarkan potensi imbal hasil, ia mengingatkan bahwa setiap investasi memiliki risiko yang harus dipahami sebelum seseorang mulai berinvestasi. Dalam pemaparannya, perwakilan BEI Banten itu mengenalkan saham sebagai salah satu instrumen investasi di pasar modal. Menurutnya, saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

“Saham adalah kepemilikan bersama atas suatu perusahaan. Jadi kalau punya saham, artinya punya perusahaannya,” jelas Mia. Selain saham, ia juga menjelaskan mengenai obligasi yang merupakan surat utang dengan keuntungan berupa bunga. Sementara untuk investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, tersedia instrumen sukuk yang menjadi bentuk syariah dari obligasi.
Ia mengatakan, masyarakat yang ingin mulai membeli saham harus memenuhi persyaratan dasar, yakni memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan rekening bank. Ia juga mengajak para pelajar untuk mencoba simulasi transaksi saham melalui aplikasi yang disediakan Bursa Efek Indonesia agar dapat memahami mekanisme investasi tanpa harus menggunakan dana sungguhan.
“Teman-teman bisa simulasi jual beli saham di aplikasi IDX,” katanya. Pada kesempatan itu, dijelaskan pula bahwa dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia, saham dihitung per lembar, namun pembelian minimal dilakukan sebanyak satu lot atau setara dengan 100 lembar saham.
(Sarah)









