Ekonomi

Kick-off QRIS 1.000 Masjid se-Banten, BI Dorong Digitalisasi Transaksi Rumah Ibadah

BISNISBANTEN.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia menggelar Sosialisasi dan Edukasi dalam rangka Kick-off QRIS 1.000 Masjid se-Banten di Serang, Selasa (12/5).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bank Muamalat Indonesia, Kementerian Agama Provinsi Banten, Dewan Masjid Indonesia Provinsi Banten, pengurus masjid, hingga peserta dari Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag se-Banten.

Deputi  Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Agus Sumirat mengatakan, program QRIS 1.000 Masjid menjadi bagian dari upaya memperluas digitalisasi sistem pembayaran yang inklusif di lingkungan rumah ibadah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran yang inklusif, sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi non tunai di lingkungan rumah ibadah,” ujar Agus Sumirat.

Ia menjelaskan, pemanfaatan QRIS di masjid diharapkan dapat mempermudah berbagai transaksi keagamaan seperti infak, sedekah, maupun donasi secara lebih cepat, mudah, dan aman. “Pertumbuhan transaksi digital di Provinsi Banten terus menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga Maret 2026, volume transaksi QRIS di Banten tercatat mencapai lebih dari 368 juta transaksi dengan total nominal transaksi melampaui Rp34 triliun,” katanya.

Selain itu, jumlah merchant QRIS di Banten telah mencapai lebih dari 2,7 juta merchant atau terbesar kelima secara nasional. Sementara jumlah pengguna QRIS di wilayah tersebut telah menembus lebih dari 3,4 juta pengguna.

“Kinerja tersebut menunjukkan tingkat akseptasi digital masyarakat yang terus meningkat, baik untuk transaksi QRIS maupun pembayaran digital lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem pembayaran digital tidak hanya difokuskan pada sektor ritel, tetapi juga diperluas ke berbagai sektor termasuk rumah ibadah sebagai bagian dari integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Melalui kolaborasi QRIS 1.000 Masjid, ia berharap masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga mampu mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan adaptif.

“Melalui inisiatif ini, masjid diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi keuangan digital, kemudahan transaksi, serta penguatan ekonomi umat secara berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan QRIS mulai dari proses pengajuan, penggunaan, hingga aspek keamanan transaksi digital dari narasumber Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bank Muamalat Indonesia.

Pada kesempatan itu, Bank Indonesia Provinsi Banten juga memperkenalkan agenda Digital Jawara Festival 2026 yang akan dikolaborasikan dengan Sharia Festival Jawara 2026 pada 22-24 Mei 2026.

Festival tersebut mengusung tema “Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera” dengan menghadirkan seminar ekonomi syariah, talkshow, pameran UMKM, layanan pembayaran digital, hingga pelayanan pajak daerah.

Selain itu, terdapat sejumlah perlombaan pra-event seperti lomba edukasi pembayaran PKB digital, lomba Create Your Content (CYC), serta lomba video dan infografis edukasi perlindungan konsumen.

Head of Distribution Network Bank Muamalat Indonesia Agus Amir mengungkapkan, Digitalisasi pembayaran menjadi langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan masjid, termasuk dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

“Untuk itu, Bank Mualamat mendorong pengurus masjid untuk mulai memanfaatkan layanan transaksi non tunai melalui QRIS maupun mobile banking,” katanya.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pengelolaan keuangan rumah ibadah memiliki amanah besar sehingga diperlukan sistem pencatatan yang tertib dan transparan.

“Pengelolaan keuangan masjid itu ada amanah besar dan kepercayaan dari masyarakat. Karena itu, penting adanya sistem yang membuat seluruh uang masuk tercatat dengan baik dan mudah dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya pemisahan antara dana pembangunan dan dana operasional agar pengelolaan keuangan berjalan sesuai peruntukan dan terhindar dari kesalahan administrasi.

Menurutnya, penggunaan pembayaran digital memberikan banyak manfaat, baik bagi pengurus maupun jamaah. Seluruh transaksi dapat tercatat otomatis sehingga memudahkan proses pelaporan dan pengawasan keuangan.

“Dengan pembayaran digital, sistem keuangan menjadi lebih rapi karena seluruh transaksi tercatat. Ini juga memudahkan dalam proses pertanggungjawaban,” katanya.

Selain itu, tren penggunaan transaksi digital di masyarakat juga terus meningkat. Banyak masyarakat kini lebih memilih pembayaran menggunakan e-money maupun mobile banking dibandingkan transaksi tunai.

“Sekarang masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital, baik melalui e-money maupun mobile banking. Dengan semakin mudahnya sistem pembayaran, diharapkan juga dapat mempermudah jamaah dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan digitalisasi pembayaran dapat mendorong modernisasi pengelolaan keuangan masjid sekaligus meningkatkan kemudahan layanan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kemenag Provinsi Banten Humaedi Hakim menyambut baik kegiatan edukasi dan sosialisasi digitalisasi pembayaran yang melibatkan perwakilan masjid penerima manfaat dari delapan kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong modernisasi pengelolaan keuangan masjid melalui sistem pembayaran digital.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan yang sangat luar biasa ini. Ini merupakan kegiatan perdana, khususnya di  Banten,” katanya.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama sejumlah pihak terkait dalam rangka memperkuat pemanfaatan transaksi non tunai di lingkungan rumah ibadah. Selain memberikan edukasi mengenai penggunaan QRIS dan pembayaran digital, kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan salam dan apresiasi dari para pimpinan yang belum dapat hadir secara langsung. Peserta mendapatkan pemaparan mengenai manfaat digitalisasi pembayaran, mulai dari kemudahan pencatatan transaksi, keamanan keuangan, hingga peningkatan pelayanan kepada jamaah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masjid yang mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mendukung pengelolaan keuangan yang lebih modern, transparan, dan efisien. (susi)

bisnisbanten.com