Banten Melesat! Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp34,4 Triliun, Sabet Peringkat 3 Nasional

BISNISBANTEN.COM – Provinsi Banten menunjukkan performa ekonomi yang gemilang di awal tahun 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten mencatat kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,09 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan Triwulan IV 2025 yang berada di angka 5,35 persen (yoy).
Kepala KPw BI Provinsi Banten, Ameruza M. Moesa mengungkapkan, bahwa akselerasi ini didorong oleh kuatnya aktivitas investasi baik dari sektor pemerintah maupun swasta.
“Pertumbuhan PMTB ditopang oleh tingginya realisasi proyek infrastruktur strategis seperti Tol Serang–Panimbang serta pengembangan kawasan industri dan logistik,” ujar Ameruza dikutip pada Senin (11/05/26).
Total realisasi investasi di Banten pada periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp34,4 triliun, tumbuh 10,61 persen (yoy). Angka ini menjadi bukti nyata bahwa para pelaku usaha masih memiliki optimisme tinggi terhadap prospek ekonomi di Tanah Jawara.
Menurut Ameriza asesmen pendukung penguatan investasi Banten di Triwulan I 2026 adalah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp23,33 triliun (mendominasi pasar), kemudian Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp11,03 triliun.
Selain itu ada proyek industri berskala besar berlanjut seperti Investasi PT CAP senilai US$800 juta atau setara kurang lebih Rp13 triliun) untuk pembangunan pabrik soda kaustik–EDC. Kemudia pdngembangan kawasan industri strategis: KSI Krakatau III sebesar kurang lebih Rp3 triliun di Anyer seluas kurang lebih 2.000 hektar terus dipersiapkan sebagai KEK, dengan fokus hilirisasi baja dan petrokimia.
” kemudian ada Lintas Citra Pratama (LCP) yang mengumumkan rencana ekspansi berupa investasi sekitar USD 300 juta atau setara Rp5,01 triliun. LCP tengah memulai proses tender pembangunan. Proyek ditargetkan mulai dieksekusi pada semester II tahun 2026 dan diharapkan beroperasi secara komersial penuh pada tahun 2028″ terangnya.
Secara spasial, Kabupaten Tangerang masih menjadi magnet utama investasi dengan menyumbang Rp17,41 triliun atau sekitar 50,67 persen dari total realisasi provinsi. Disusul oleh Kota Tangerang Rp 17,41 T (15,86 persen) dan Kota Cilegon Rp 4,30 T (12,51%).
” Kalau di Kabupaten Serang realisasi investasinya sebesar Rp 3,62 T atau 10,52 persen, Kota Tangerang Selatan Rp 2,47 T ataub7,20 perse, Kabupaten Lebak Rp 0,58 T sekitar 1,69 persen, Kabupaten Pandeglang Rp 0,23 T sekitae 0,66 persen dan Kota Serang Rp 0,30 T sekitar 0,87 persen,” ujar Ameriza.
Dilihat dari sektornya, bidang Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran menjadi primadona dengan nilai investasi Rp12,42 triliun dari 1.347 proyek. Sektor Industri Kimia & Farmasi Rp 4,79 T dari 1.187 Proyek, Industri Logam Dasar, Barang Logam Rp 3,02 T dari 972 Proyek, Perdagangan dan Reparasi Rp 2,30 T dari 11.234 Proyek, dan Jasa Lainnya Rp 2,30 T dari 4.073 Proyek sebagai penopang ekonomi industri Banten.
Prestasi ini menempatkan Banten dalam jajaran elit destinasi investasi nasional. Banten berhasil mengungguli Jawa Timur dan Sulawesi Tengah dalam perebutan posisi tiga besar.
“Jadi mungkin ini baru sekali secara data investasinya bisa ngalahin Jatim. Di triwulan I 2026, total investasi Banten Rp34,4 Triliun atau 6,9 persen, sedangkan Jawa Timur di oeringkat empat dengan total investasi Rp32,6 Triliun sekitar 6,5 persen, dan di peringkat lima ada Sulawesi Tengah dengan investasi Rp32,1 Triliun sekitar 6,4 persen,” jelasnya.
“Kalau untuk peringkat pertama itu DKI Jakarta Rp78,7 Triliun sekitar 15,8 persen dan kedua Jawa Barat dengan investasiRp76,8 Triliun sekitarv15,4 persen,” imbuh Ameriza.
Untuk kategori Penanaman Modal Asing (PMA), lanjut Ameriza, R.R. Tiongkok menjadi negara asal investor terbesar dengan kontribusi Rp3,64 triliun (33,01 persen).
Posisi selanjutnya ditempati oleh Singapura dengan investasi Rp 2.13 triliun (19,30 persen), Jepang Rp 1 53 triliun (13,87 persen), Perancis 0,77 triliun (6,95 persen), dan Hongkong 0,75 ttiloun (6,77 persen).(siska)









