Ekonomi

Penerimaan Pajak Banten Tumbuh 10,98 Persen hingga Maret 2026

BISNISBANTEN.COM Kinerja penerimaan pajak di wilayah Provinsi Banten menunjukkan tren positif hingga akhir Maret 2026. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Banten, Aim Nursalim Saleh, menyampaikan bahwa realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp16,55 triliun atau 17,59 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp94,07 triliun.

“Secara year on year, penerimaan pajak di Banten tumbuh sebesar 10,98 persen. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak,” ujar Aim dalam paparannya.

Ia menjelaskan, penerimaan pajak tersebut terutama ditopang oleh dua jenis pajak utama, yakni PPN Dalam Negeri dengan kontribusi sebesar 32,62 persen serta PPN Impor sebesar 30,55 persen. Kedua sektor ini menjadi tulang punggung penerimaan pajak di wilayah Banten.

Dari sisi sektoral, kinerja positif juga terlihat pada sejumlah sektor usaha. Tercatat setidaknya tujuh sektor mengalami pertumbuhan, di antaranya industri pengolahan yang tumbuh 2,87 persen, sektor perdagangan 14,83 persen, konstruksi 12,20 persen, aktivitas profesional 33,18 persen, serta administrasi pemerintahan 3,03 persen.

Selain itu, kinerja penerimaan pajak di tingkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hampir seluruh KPP di lingkungan Kanwil DJP Banten mencatatkan pertumbuhan positif. Hanya KPP Pratama Serpong yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,9 persen.

Adapun capaian tertinggi diraih oleh KPP Pratama Pondok Aren dengan realisasi sebesar 22,05 persen. Sementara pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh KPP Pratama Cilegon yang melonjak hingga 63,40 persen.

Aim menegaskan, capaian ini menjadi indikator penting bahwa perekonomian di Banten masih cukup resilien di tengah berbagai tantangan. Ke depan, pihaknya akan terus mendorong optimalisasi penerimaan pajak melalui penguatan pengawasan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.

“Kami optimistis target penerimaan pajak tahun 2026 dapat tercapai dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat,” tutupnya.

bisnisbanten.com