Perbankan

Gelar RUPST, Dukungan Pemda Perkuat Kinerja Bank Banten di Tahun 2025

BISNISBANTEN.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten dalam tiga tahun terakhir terus mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Hal itu tidak terlepas dari dukungan Pemegang Saham Pengendali (PSP) yakni Pemprov Banten serta Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya yang sudah menempatkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Banten.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Muhammad Busthami dalam sambutan pada Seremonial Pembukaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Bank Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (28/4/2026).

Dalam rangkaian pelaksanaan RUPST yang dihadiri oleh seluruh pihak terkait itu, terdapat beberapa Mata Acara yang dibahas, seperti persetujuan atas laporan tahunan termasuk laporan keuangan manajemen dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris perseroan tahun buku 2025.

Kemudian penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, penunjukkan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026, penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan VII Perseroan dan agenda lainnya yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Menurut Busthami, dukungan dari PSP dan beberapa Pemda yang secara konsisten dilakukan menjadi dorongan utama peningkatan kinerja Perseroan dalam tiga tahun terakhir. Sehingga pada tahun buku 2025, Bank Banten mencatatkan pertumbuhan positif yang cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Bahkan secara pier to pier, perkembangan Bank Banten melebihi dari rata-rata BPD di seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara untuk Pemda lainnya, proses menuju pengelolaan RKUD terus berjalan. “Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta penguatan kerja sama layanan perbankan, termasuk pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” katanya.

Berdasarkan catatan, total aset yang dimiliki Bank Banten sampai 31 Desember 2025 mencapai Rp10,001 triliun dengan laba bersih sebesar Rp52,52 miliar yang lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya.

“Ditambah lagi dengan berbagai perbaikan rasio keuangan perusahaan yang dilakukan, sehingga sampai akhir tahun 2025 nilai NPL kita di bawah 5 persen sesuai ketentuan regulator,” ujarnya.

Komisaris Bank Banten Rina Dewiyanti mengungkapkan, Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan independen untuk memastikan program yang dijalankan oleh jajaran direksi mengedepankan kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan taat terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kami memandang hal itu merupakan pondasi dasar dan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan,” katanya.

Kedepannya, Rina tetap mendorong agar kebijakan strategis Bank Banten tetap menjaga keseimbangan antara kinerja usaha dan penguatan permodalan yang didukung oleh praktek pelaporan keuangan yang transparan, pengawasan yang akuntabel serta penggunaan sumber dana yang efektif dan tepat sasaran.

“Hal itu penting dalam memastikan keberlanjutan Perseroan yang lebih baik lagi kedepannya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rina juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan dari mulai pemegang saham sampai beberapa Pemda yang telah mempercayakan penempatan RKUD-nya di Bank Banten. Kepercayaan itu, menurut Rina, adalah amanah yang akan terus dijaga dalam meningkatkan kualitas layanan dan kinerja Bank Banten.

“Kami juga bangga dapat tumbuh bersama masyarakat Banten,” pungkasnya.

Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan cita-cita para leluhur dan pendiri Banten. Ia menyampaikan bahwa harapan besar tersebut harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, termasuk melalui peran strategis Bank Banten sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Lebih lanjut, Fahmi Hakim menekankan bahwa pelaksanaan RUPS menjadi momentum penting sebagai landasan evaluasi terhadap tata kelola serta perkembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Bank Banten, agar terus bergerak menuju arah yang lebih baik.

Ia juga menggarisbawahi bahwa potensi Provinsi Banten sangat besar dan tidak hanya bersumber dari sektor pemerintahan, seperti ASN, RKUD, dan pengelolaan keuangan daerah. Bank Banten diharapkan mampu memperluas perannya dengan menggandeng sektor swasta sebagai mitra strategis, sehingga sinergi yang terbangun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandi menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung penuh berbagai Langkah strategis yang dilakukan Bank Banten.

Menurut Deden, RUPS ini merupakan momentum penting penting dari agenda penguatan kelembagaan dan transformasi Bank Banten serta mengevaluasi kinerja satu tahun ke belakang sekaligus merumuskan arah kebijakan untuk masa depan yang lebih kokoh.

“Sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), Pemprov. Banten memandang Bank Banten bukan sekadar entitas bisnis komersial, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan inklusif,” katanya.

Deden juga memastikan Bank Banten tidak hanya bertahan, tetapi berkembang sebagai instrumen penting dalam mendorong inklusi keuangan, memperkuat kapasitas fiskal daerah serta menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Banten.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh pemegang saham untuk bersama-sama memberikan persetujuan dan dukungan terhadap langkah-langkah strategis yang dibahas dalam RUPS tahunan ini,” pungkasnya.

bisnisbanten.com