Sekda Kota Serang Beberkan Peran Strategis Sekretaris Daerah dan Capaian Indikator Makro dalam LKPJ

BISNISBANTEN.COM– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin, memberikan penjelasan mendalam mengenai peran dan fungsi strategis Sekretaris Daerah di hadapan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
Nanang menekankan bahwa tugas Sekda mencakup koordinasi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan strategis.
“Tugas pertama adalah mengkoordinasikan seluruh pimpinan OPD. Kedua, membantu kepala daerah dalam membuat kebijakan, baik itu Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Walikota (Perwal), maupun keputusan lainnya,” ujar Nanang dikutip pada Senin (27/04/26).
Nanang juga menambahkan bahwa tanggung jawab Sekda sangat luas, mulai dari menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ketua Tim Manajemen Talenta, hingga penanganan stunting. Untuk menjaga efisiensi kerja, pihaknya kini telah membentuk Satgas Percepatan Pembangunan dan Optimalisasi Pendapatan.
Terkait visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota, Nanang mengeklaim bahwa indikator makro Kota Serang menunjukkan tren positif. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang yang tercatat berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
“Ini adalah kerja bersama. Pak Walikota tidak mengeklaim hasil ini sendirian, melainkan hasil kolaborasi antara Pak Wali, Pak Wakil, dan seluruh OPD,” tegasnya.
Meski angka pengangguran dilaporkan turun sebesar 0,1 persen, Nanang mengakui bahwa tantangan di lapangan masih berat, termasuk masalah anak putus sekolah yang dipicu faktor ekonomi. Sebagai solusi, Pemkot Serang menyediakan alternatif sekolah formal melalui program Kejar Paket A, B, dan C.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang juga menyoroti efektivitas sistem Manajemen Talenta dalam proses rotasi dan mutasi ASN. Menurutnya, sistem ini jauh lebih objektif dan efisien dari sisi anggaran dibandingkan sistem lama yang memerlukan pembentukan tim independen dengan biaya besar.
“Sekarang manajemen talenta berlangsung lebih ‘senyap’ namun objektif. Kami menyajikan data kemampuan ASN kepada pimpinan, sehingga Walikota tinggal memilih talenta yang paling cocok untuk posisi tertentu,” jelasnya. (Siska)









