Jajaki Potensi Investasi dan Sister City, 9 Perusahaan Asal Kota Weifang Cina Sambangi Kota Serang

BISNISBANTEN.COM – Kota Serang menjadi daya tarik bagi investor mancanegara. Sebanyak sembilan perusahaan besar asal Kota Weifang, Cina, melakukan kunjungan perdana ke Ibu Kota Provinsi Banten ini untuk menjajaki berbagai potensi investasi strategis, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan.
Kedatangan delegasi Pemerintah Kota Weifang, Provinsi Shandong, Cina yang dipimpin oleh Kepala Deputi Kuiwen Weifang, Ms. Cui Xin didamingi Rising Capital dan Golden Gate Education ini diterima langsung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, pada Kamis (26/03/26).
Langkah awal ini direncanakan akan berkembang menjadi kerja sama Sister City (Kota Kembar) antara Kota Weifang dan Kota Serang.
Walikota Serang, Budi Rustandi mengungkapkan, bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat kementerian pusat terkait hubungan internasional antar-kota. Meski dalam kondisi kesehatan yang kurang fit, Budi menyambut baik inisiatif ini dan mendelegasikan pembahasan teknis kepada Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah (Sekda).
“Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari Republik China. Kami sedang mendiskusikan berbagai potensi kerja sama, mulai dari investasi industri, teknologi, hingga sektor pendidikan seperti pertukaran mahasiswa dan dosen,” ujar Budi Rustansi kepada awak media.
Direktur Rising Capital, Roden Xue Ruiteng melalui juru bicaranya Lili Kusuma Candra, sekaligus Presiden Direktur Golden Gate Education menjelaskan, bahwa pihaknya melihat Kota Serang sebagai wilayah yang sangat potensial karena memiliki profil demografi yang “muda” dan dinamis secara ekonomi.
“Kami menemukan Serang sebagai kota besar dengan keramahan yang kuat dan kekuatan finansial yang sedang berkembang. Kami berharap kolaborasi ini segera terwujud untuk masa depan kedua kota,” katanya.
Ia menambahkan, Weifang dikenal sebagai kota teknologi di Cina. Oleh karena itu, sektor yang paling diminati untuk diinvestasikan di Kota Serang meliputi infrastruktur teknologi, IT, dan pengembangan kawasan industri.
Lili juga menyebutkan ada 9 pengusaha dari total 17 orang dalam rombongan ini. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari IT, hukum, perbankan, hingga konstruksi. Meskipun banyak perusahaan Cina yang masuk ke Indonesia, Kota Weifang secara khusus memilih Kota Serang karena lokasinya yang sangat strategis.
“Kota Serang dipilih karena secara jarak paling dekat dengan Jakarta sebagai ibu kota negara, sehingga logistiknya sangat mudah. Selain itu, mereka melihat Kota Serang memiliki sejarah yang kuat namun secara iklim investasi masih sangat ‘muda’ dan potensial bagi investor,” ujar Lili.
Lili menambahkan, dalam pertemuan dengan Wali Kota Serang, terbuka peluang besar untuk kerja sama di bidang pendidikan. “Tadi sudah disampaikan kepada Bapak Walikota terkait peluang beasiswa bagi mahasiswa asal Kota Serang untuk menempuh pendidikan S1 di Weifang, maupun pertukaran tenaga pendidik,” tambahnya.
Mengenai nilai investasi, Lili menyebutkan saat ini masih dalam tahap penjajakan dan diskusi mendalam dengan Pemkot Serang. Rising Capital akan berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para investor terkait masalah perizinan dan regulasi hukum di Indonesia.
“Para pengusaha membutuhkan waktu untuk mempelajari sistem kerja sama dan hukum yang berlaku. Namun, dengan kehadiran langsung dari pemerintah Weifang, mereka berkomitmen untuk melakukan investasi secepat mungkin,” jelasnya.
Keseriusan delegasi Weifang terlihat dengan dibawanya perwakilan dari Bank Weifang guna memfasilitasi pendanaan bagi para pengusaha yang akan berinvestasi. Setelah pertemuan di kantor Pemkot Serang, rencananya rombongan akan meninjau beberapa lokasi potensial di Kota Serang pada esok hari.
“Mereka datang dengan tim lengkap, termasuk sektor perumahan, pusat perbelanjaan, hingga infrastruktur jalan. Kami berharap proses perizinan dan sistem kerja sama bisa segera dipelajari agar investasi bisa cepat masuk ke Kota Serang,” tutup Lili.(siska)









