Zakiyah Pantau Program 100 Hari Kerja OPD, Pastikan Jadi Pertimbangan Kebijakan Karir Jabatan

BISNISBANTEN.COM- Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Ratu Zakiyah) mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlari mengimplementasikan program 2026 dengan membuat target program 100 hari kerja. Zakiyah pun tegaskan akan memantau hingga mengevaluasinya untuk menjadi pertimbangan kebijakan pada karir jabatan.
Pelan lalu, dilaksanakan Rapat dinas yang dirangkaikan dengan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Tahun Anggaran 2026 di Aula Tb Suwandi, dimana dilakukan penandatanganan Pakta Integritas, perjanjian kinerja, serta Launching penerapan Aplikasi Sistem Informasi Berkas Online SP2D Serang (SIBOSS) Tahun Anggaran 2026.
Zakiyah pun mengingatkan OPD agar tidak terjebak urusan administrasi awal tahun, sehingga menunda pelayanan publik dan pelaksanaan kegiatan prioritas daerah. Menurut Zakiyah, arah kebijakannya untuk awal tahun sangat jelas, yakni setiap perangkat daerah harus membuat target program 100 hari kerja, dimana 2026 menjadi titik awal pelaksanaan program dan melaksanakannya sebaik dan seoptimal mungkin.
“Tentu semua program yang kita laksanakan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, kata Zakiyah, semua pejabat dalam melaksanakan program lebih dominan selalu menunggu arahan pimpinan. Saat ini, Zakiyah mendesak semuanya untuk aktif, tidak lagi menunggu arahan, apalagi dalam kondisi darurat atau emergency. Yang masyarakat butuhkan saat ini, kata Zakiyah, yakni kerja cepat, sigap, dan reaktif terhadap segala persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Oleh karena itu, saya instruksikan seluruh Kepala OPD untuk menetapkan ‘Quick Wins’ atau program prioritas yang hasilnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam 100 hari ke depan, baik sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pelayanan perizinan maupun pertumbuhan ekonomi,” desak politisi PAN ini.
Istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini juga menekankan kepada pejabat eselon III selaku motor penggerak teknis agar melakukan bedah anggaran secara mendalam. Pastikan proses pengadaan barang dan jasa yang sifatnya mendesak sudah berjalan di bulan Januari ini.
“Jangan ada lagi penumpukan pekerjaan di akhir tahun (Triwulan IV-red),” ujar Zakiyah memberi peringatan.
Zakiyah juga mengingatkan terkait sinkronisasi antar OPD dan lakukan cascading dan crosscutting penyelesaian permasalahan di Kabupaten Serang, mulai dari penanganan stunting hingga pengelolaan sampah yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.
“Saya minta dalam 100 hari ego sektoral dibuang jauh-jauh. Kolaborasi adalah kunci. Bentuk tim percepatan strategis dengan jangka waktu pelaksanaan yang cepat, tepat, dan konkret,” imbaunya.
Zakiyah menegaskan akan memantau langsung progres target program 100 hari melalui sistem pelaporan kinerja yang ketat. Setiap eselon II bertanggung jawab penuh atas capaian bidangnya dan setiap pejabat eselon III harus mampu menjamin akuntabilitas teknisnya, begitu juga di tingkat kecamatan. Zakiyah juga menginstruksikan Sekda dan Inspektorat untuk menyiapkan dashboard evaluasi 100 hari kerja perangkat daerah 2026.
“Nanti kita bedah siapa yang mencapai target dan siapa yang rapornya merah. Hasil evaluasi nanti akan menjadi dasar pertimbangan utama dalam kebijakan pola karier dan penilaian kinerja,” tegas pemilik Ponpes di Pabuaran ini. (Nizar)









