OJK dan Pemprov Banten Bersinergi Perluas Inklusi Keuangan serta Cegah Pinjol Ilegal

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong penguatan keuangan inklusif dan ekonomi syariah. Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai kolaborasi yang selama ini terjalin dengan Gubernur Banten beserta jajaran sudah berjalan sangat baik, namun tetap perlu ditingkatkan ke level yang lebih luas dan berdampak.
“Selama ini sebenarnya sudah sangat baik dengan Bapak Gubernur dan cepat jajarannya, tapi bagaimana kita meningkatkannya,” ujar Friderica. Salah satu fokus yang didorong OJK adalah pengembangan ekosistem keuangan inklusif berbasis pesantren yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurut Friderica, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah di lingkungan sekitarnya. “Misalnya tadi kita disuruh pesantren ya Pak Gubernur, pesantren di sini yang bisa kita kerjasamakan. Kita punya ekosistem keuangan inklusif untuk pesantren dan syariah,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi syariah tidak hanya berhenti di internal pesantren, tetapi juga harus menyentuh pelaku usaha di sekitarnya. “Kegiatan ekonomi syariah tidak hanya untuk pesantrennya, tapi ekosistem sekitarnya, UMKM. UMKM-nya kita bangun dan sebagainya dengan mendatangkan inklusi keuangannya,” kata Friderica.
Lebih lanjut, OJK bersama pelaku usaha jasa keuangan, baik yang berbasis di daerah maupun berskala nasional, siap disinergikan untuk mendukung program tersebut. “OJK bersama dengan pelaku usaha jasa keuangan, baik yang berbasis di sini maupun yang nasional, bisa kita sinergikan untuk bersama-sama,” ujarnya.
Selain penguatan inklusi keuangan, Friderica juga menyoroti pentingnya edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang menjadi korban pinjaman online ilegal, penipuan keuangan, hingga judi online. “Bagaimana kita mengedukasi supaya masyarakat tidak terkena skam. Kita juga edukasi terkait judi online,” tegasnya.
Ia menyayangkan praktik judi online yang menguras keuangan masyarakat dan menghambat aktivitas ekonomi produktif. “Sayang sekali kalau masyarakat membelanjakan uangnya tidak dengan tepat untuk judi dan lain-lain itu sangat sayang, karena banyak sekali hal produktif yang seharusnya bisa dilakukan,” ungkap Friderica. Ke depan, OJK memastikan akan terus berjalan seiring dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat program-program tersebut. “Kami melihat program Bapak Gubernur sudah sangat baik, dan kami akan bersama-sama untuk semakin baik lagi. Itu juga yang didiskusikan,” pungkasnya.
(Sarah)









