Ekonomi

Perkuat Identitas ‘City of Heritage’, Disparpora Kota Serang Bidik Situs Banten Girang dan Wisata Susur Sungai di 2026

BISNISBANTEN.COM – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang resmi mematangkan strategi besar untuk mendongkrak sektor pariwisata pada tahun 2026. Fokus utama pengembangan kali ini diarahkan pada penguatan identitas Kota Serang sebagai City of Heritage melalui optimalisasi wisata sejarah dan alam berbasis masyarakat.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengungkapkan bahwa salah satu magnet utama yang akan digarap adalah Situs Banten Girang. Situs ini dinilai memiliki nilai historis luar biasa sebagai pusat kerajaan pertama di Banten sebelum era Kesultanan Banten Lama.

Zeka menjelaskan bahwa Banten Girang menyimpan peninggalan artefak yang lengkap, mulai dari jejak kerajaan hingga gua-gua bersejarah. Meski berlatar belakang era pra-Islam, situs ini merupakan bagian tak terpisahkan dari narasi besar sejarah Banten.

Advertisement

“Kami sudah bertemu dengan ahli waris dan melihat langsung ada empat gua di sana. Di temboknya terdapat ukiran kisah kerajaan zaman dulu. Bahkan ada mitos unik jalur pergi haji yang akan kami kemas secara menarik berdasarkan perpaduan data dan fakta,” ujar Zeka, dikuti pada Senin (19/01/26).

Saat ini, baru dua dari empat gua yang dapat diakses publik, sementara sisanya masih dijaga kesakralannya oleh ahli waris. Ke depan, Pemkot Serang berencana menggandeng Pemerintah Provinsi Banten untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) guna mengintegrasikan area situs dengan aliran sungai di sekitarnya.

Pengembangan Banten Girang ditekankan bukan sekadar sebagai objek wisata alam biasa, melainkan pusat edukasi. Disparpora ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa peradaban Banten telah dimulai jauh sebelum kejayaan Banten Lama melalui eksistensi Banten Girang.

Selain wisata sejarah, Disparora juga menyiapkan dua program unggulan lainnya seperti wisata Susur Sungai Umbul Tengah dengan mengusung konsep pemberdayaan masyarakat lokal, destinasi ini direncanakan launching setelah Idul Fitri tahun ini.

Kemudian Fasilitas Glamping Modern dimana Kota Serang ingin menghadirkan akomodasi glamping (glamorous camping) untuk menyaingi tren wisata di daerah seperti Puncak atau Pangalengan.

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati alam yang asri, sekaligus belajar sejarah. Banten Girang dan Umbul Tengah harus menjadi referensi utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah,” tutup Zeka.

Dengan integrasi sejarah, alam, dan keterlibatan masyarakat, Kota Serang optimistis sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di tahun 2026.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com