Banten24

Status Siaga Darurat Bencana di Kabupaten Serang Diperpanjang

BISNISBANTEN.COM – Mengingat masih banyak wilayah yang terdampak bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Serang serta informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak cuaca hujan diprediksi akan berlangsung hingga 14 Januari, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) mewacanakan memperpanjang status siaga darurat bencana Hidrometeorologi.

Demikian disampaikan Zakiyah di teras Kantor DPRD Kabupaten Serang usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang
Penutupan Masa Persidangan Kesatu Tahun Sidang 2025-2026 dan Pembukaan Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025-2026, Senin (5/1/2026).

Kata Zakiyah, pihaknya sudah menerjunkan personel ke lapangan untuk melakukan penanganan bencana ke beberapa wilayah yang tertampak bencana meski keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan, sehingga harus meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Tidak sampai di situ, kata Zakiyah, pihaknya juga sudah menormalisasi sungai dan mendatangkan mesin pompa untuk penyedotan air ke beberapa wilayah terdampak banjir.

Advertisement

Zakiyah mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah yang berpotensi terkena bencana agar dapat meningkatkan kewaspadaan, jangan menunggu banjir meninggi baru evakuasi untuk keselamatan bersama.

“Tolong, jika sudah mulai banjir agar segera ikuti aturan yang ada, misalnya evakuasi diri atau pergi ke tempat yang lebih tinggi, sehingga meminimalisir terjadi hal yang tidak kita inginkan,” imbau politisi PAN ini.

Disinggung soal pasokan bantuan logistik, Zakiyah memastikan masih ada dan bisa langsung diberikan kepada korban yang membutuhkan melalui Dinas Sosial (Dinsos).
Terkait status siaga darurat bencana, kata Zakiyah, dimungkinkan diperpanjang lantaran adanya informasi dari BMKG bahwa diprediksi hujan akan turun hingga 14 Januari.

“Jadi, saya mohon kepada media juga memberikan informasi akurat terkait banjir. Status tanggap darurat akan diperpanjang,” ungkap istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandhi Susanto ini.

“Semoga keadaan ini (bencana-red) cepat berakhir, tidak lagi banjir, banjir segera surut. Semoga masyarakat diberikan kesabaran, ketabahan, kita terus berupaya melakukan yang terbaik,” harap mantan Guru Madrasah ini.

Diketahui, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Serang per Senin (5/1/2026) pagi sekira pukul 08.00 WIB, wilayah di 20 Desa dari 14 Kecamatan di Kabupaten Serang masih terdampak bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak 2 Januari hingga 5 Januari 2026. Meliputi bencana banjir, angin kencang hingga bencana pergerakan tanah yang menyebabkan 3.514 Kepala Keluarga (KK) dengan 11.700 jiwa terdampak. Yakni, bencana Hidrometeorologi, meliputi bencana banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah.

Ke-14 Kecamatan itu, meliputi Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Kecamatan Cikeusal. (Nizar).

Advertisement
bisnisbanten.com