Wujudkan Ibu Kota Sesungguhnya, Walikota Serang Instruksikan Digitalisasi Total di Seluruh OPD

BISNISBANTEN.COM – Walikota Serang, Budi Rustandi, menegaskan komitmennya untuk membawa Kota Serang menjadi “Ibu Kota yang sesungguhnya” melalui percepatan digitalisasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memastikan transparansi anggaran.
Dalam arahannya, Budi menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk mulai menerapkan sistem digital secara bertahap dan berproses mulai tahun ini. Ia menekankan bahwa target ini bersifat wajib guna menghindari potensi kebocoran anggaran yang selama ini menjadi perhatian.
“Ini adalah keinginan kita semua, khususnya masyarakat, agar terhindar dari kebocoran. Tidak boleh ada lagi ego sektoral. Kita ingin pendapatan ini langsung masuk ke kas negara untuk dimanfaatkan bagi pembangunan di Kota Serang,” ujar Budi Rustandi saat ditemui usai acara High Level Meeting (HLM) TP2DD di salah satu hotel Kota Serang, Selasa (10/03/26).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Serang langsung menggelar High Level Meeting (HLM) untuk mengevaluasi capaian tahun 2025 dan menyusun strategi tahun 2026.
Kepala Bapenda Kota Serang, Hari W. Pamungkas, mengungkapkan bahwa berdasarkan penilaian tahun 2025, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Serang berada di peringkat ke-20 nasional dengan skor 73,8. Meski sempat menduduki peringkat ke-17 pada tahun 2024, posisi Serang mengalami sedikit penurunan di tahun berikutnya.
“Tahun 2026 ini kita optimis masuk 10 besar nasional. Program-program yang diamanatkan Pak Wali akan kita jalankan secara bertahap. Kami akan menghilangkan ego sektoral dengan melibatkan dinas-dinas penghasil, perbankan, hingga Bank Indonesia (BI) agar ekosistem digital ini terbangun utuh,” jelas Hari.
Berdasarkan hasil evaluasi, Hari mengakui masih ada kelemahan pada aspek proses, terutama terkait regulasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kelemahan kita ada di aspek proses dan literasi digital masyarakat yang masih kurang. Di tahun 2026, kita akan melakukan intervensi pada poin-poin tersebut. Kami ingin trennya terus meningkat, seperti sejarah kita yang pernah merangkak dari peringkat 60-an, ke 30-an, hingga sekarang di 20 besar,” tambahnya.
Dengan integrasi sistem digital yang lebih kuat, Pemerintah Kota Serang berharap pelayanan publik menjadi lebih cepat dan akuntabel, sekaligus memperkuat posisi Serang sebagai pusat kemajuan di Provinsi Banten.(siska)









